Tali temali mengepung tubuhnya
Meski hampir tak nyata
Menyatu dalam syaraf
Hingga kaku
Satu temali pada kaki
Mengikat langkah dari peduli
Menyeret pada egois
meski bersepatukan 'ilmi
Satu temali pada jemari
Menjerat rasa dari memberi
Menghentikan nadi hati nurani
Karena terbalut kilau kemuning
Satu temali pada kepala
Henti kedip pada nestapa sesama
Henti dengar dari isakan semesta
Hanya bersuara pada perutnya
Merekalah boneka boneka harta
Budak para 'penguasa dunia'
Tanpa peduli Yang Maha Kaya
Yang dapat hancurkan dunia
-ditulis kembali dari sebuah catatan kecil yang tercecer (mra, 2012)-
Thursday, May 24, 2012
Friday, March 02, 2012
Mutiara Hari
Mutiara hari
Begitulah namanya
Didekap kerang abdi
Dalam lautan onak duri
Ada yang tak mampu mengindera
Meski bermata pun bertelinga
Karena lautannya penuh onak duri
Yang setia dengan perkakas melukai
Mereka terlalu takut terluka
Meski luka itu tak nyata
Hanya sanggup memandang
Dan mengoceh tentang kilaunya
Friday, December 23, 2011
Mentari di Negeri Air (Versi 1)
Ada filosofi tersendiri pada pelangi yang muncul di batas langit.. tentang sebuah hiburan pada tetesan tangisan langit... Setelah hujan memaksa hadir dalam gersangnya hari.
Mungkin tak semua panas memaksa hujan hadir. Pun tak semua hujan yang hadir (dalam teriknya mentari), mengundang pelangi. Karena terik mentari kadang hanya butuh dinginnya hujan.. Dan pelangi adalah sesungging senyum untuk hari yang telah teraduk-aduk oleh terik mentari dan tetesan hujan dengan sedemikian rupa. Sesungging senyum yang hanya terjadi pada saat istimewa. Istimewa karena tak dapat diterka seenaknya seperti menerka warna campuran dari dua warna.
Dan ketika pelangi hadir, seperti sebuah senyum yang dapat menghadirkan banyak senyum yang lain, warna langit kian semarak, bukan hanya putih dan biru. Menjadikannya tak bosan untuk dipandang. Menjadikannya inspirasi keindahan bagi setiap insan bahwa pelangi akan selalu menjadi biasan warna yang selalu menghadirkan siluet asa yang baru... Menghapuskan segala keputusaaan atas bantuan sang mentari...
Seperti pelangi, kehidupan insan di dunia pun serupa, jikalah boleh diserupakan, maka pelangi adalah bayangan asa yang ada, hujan adalah segala tantangan yang bahkan dapat mengundang tangis, dan mentari adalah kerja keras insan. Ketika kerja keras ini bertemu tantangan mudah, kerja keras ini tak perlu diuji lebih jauh hingga cukuplah ia berjalan melewatinya. Namun ketika kerja keras ini bertemu tantangan yang lebih sulit, maka asa berulang kali muncul, mengingatkan bahwa ia masih ada dan menunggu untuk digapai.
Dan jika alunan kerja kita tak begitu nyata, tantangan yang terus menerus menyerbu akan mudah saja menyergap dan mengalahkan kita.. jika itu terjadi, maka bayangan asa pun sulit hadir, mereka terhenti pada pagar-pagar tantangan yang menutupi kerja kita.
Begitulah pelangi diciptakan, maka seperti pelangi.. Berbaiksangkalah pada tiap sengatan panas. Bekerjalah seolah tak ada lelah, peluh, ataupun lainnya. Bekerjalah dengan mengingat Ia yang selalu ingin yang terbaik darimu. Bekerjalah dengan mengingat bahwa hujan itu caraNya untuk menyadarkanmu, bahwa kamu adalah insan yang terbaik yang layak bertemu pelangi. Meski kadang pelangi yang hadir tak seindah yang diimpikan, tapi pelangi itu adalah bukti cintaNya padamu.
Begitulah pelangi diciptakan, maka seperti pelangi.. Berbaiksangkalah pada tiap sengatan panas. Bekerjalah seolah tak ada lelah, peluh, ataupun lainnya. Bekerjalah dengan mengingat Ia yang selalu ingin yang terbaik darimu. Bekerjalah dengan mengingat bahwa hujan itu caraNya untuk menyadarkanmu, bahwa kamu adalah insan yang terbaik yang layak bertemu pelangi. Meski kadang pelangi yang hadir tak seindah yang diimpikan, tapi pelangi itu adalah bukti cintaNya padamu.
Masih banyak filosofi sebuah pelangi, serupa dengan pelangi banyak pula makna yang bisa diambil dari alam.. Maka kenapa masih saja kita menyakiti alam tempat kita dapat mengambil banyak makna..
-end of version 1 see you at another version-
MRA, 2011
Friday, June 24, 2011
Want to write about....
Ya, sebelum semua ide di kepala hilang saya tulis dulu deh judul-judul tulisan yg insyaallah akan ditulis
1. Nasionalisme dan negara, sebuah diskusi singkat (udah beres, tapi masih mau ada finishing)
2. Pendidikan dan kejujuran
3. Drainase kota, sebuah pengamatan
4. Makna sebuah nama
5. Mentari di negeri air
doakan ya, moga berhasil ditulis dan bisa menjadi tulisan yang menginspirasi
1. Nasionalisme dan negara, sebuah diskusi singkat (udah beres, tapi masih mau ada finishing)
2. Pendidikan dan kejujuran
3. Drainase kota, sebuah pengamatan
4. Makna sebuah nama
5. Mentari di negeri air
doakan ya, moga berhasil ditulis dan bisa menjadi tulisan yang menginspirasi
Saturday, May 28, 2011
Hanya
Aku hanya kumpulan asa
Menari-nari dalam jiwa
berharap mengalun dalam hentakan nada
karya
Aku hanya kumpulan tekad
memukul-mukul dasar jiwa
berharap segera tersentak
bergerak
Aku pun hanya kumpulan doa
berdengung dalam sujud panjang bunda
berharap ada bahagia
selipan daya
Dan aku sekedar makhlukNya
hanya (boleh) berdaya usaha
berharap ada ridloNya
dalam langkah
Menari-nari dalam jiwa
berharap mengalun dalam hentakan nada
karya
Aku hanya kumpulan tekad
memukul-mukul dasar jiwa
berharap segera tersentak
bergerak
Aku pun hanya kumpulan doa
berdengung dalam sujud panjang bunda
berharap ada bahagia
selipan daya
Dan aku sekedar makhlukNya
hanya (boleh) berdaya usaha
berharap ada ridloNya
dalam langkah
Monday, May 23, 2011
Yang terbaik itu...
Kadang kata yang terlontar adalah barisan huruf yg tersusun semau kita.. Ada yang salah kah? Emm.. mungkin tak salah sepenuhnya. Dalam tiap kata yang telah melalui benak dan rasa kita, berproseslah ia menjadi sesuatu yang tak menyakiti dan menentramkan. Seharusnya begitu.
Ada harap dalam tiap barisan kata yang terucap, walau tak ada daya selainNya (sebesar apapun) untuk mewujudkannya. Itulah hakikat yang terbaik itu. Walau sesak dalam dada, walau tetesan air mata akan mengalir pada sudut hati dan mata kita. Hmm.. buatku, yang terbaik itu memang tak selalu nyata di mataku, tak selalu kupahami dalam otakku pun tersirat dalam hatiku (mungkin dalam hati terkecilku), tapi ialah jelmaan tiap laku dan doaku (fiuh..., walau terasa mudah untuk berkata tapi tak mudah untuk dilakukan).
Yang terbaik itu selalu menguji langkah, rasa dan benak kita. Mungkin yang terbaik itu hanya semacam ilusi untuk menjadi kan kita makhluk (yang benar-benar) milikNya. Tak ada bantahan atas segala perintahNya apalagi pembangkangan atas laranganNya. Yang terbaik itu lebih sering menguji hati kita, seolah hatilah awal mula tiap perbuatan.
Yang terbaik itu hanya pantas diketahuiNya. Jika kepantasan itu kita yang tentukan, dunia ini tentu akan terlalu mudah untuk ‘menaklukkan’ kita. Padahal takluknya kita pada dunia menjadi kehancuran untuk kehidupan abadi kita. Kitalah yang seharusnya ‘menaklukkan dunia’ (di hati kita).
Yang terbaik itu memang seringkali menguras emosi kita. Entah gembira, marah, nestapa atau tentram. Hakikatnya yang terbaik adalah menguji kita untuk semakin dekat padaNya. Sesuatu yang wajar karena kita memang milikNya. Dan kadang tak kita sadari, karena kadang hanya tentang diri kitalah yg kita pedulikan, padahal kita makhlukNya. Ada ikatan antar makhluk dan Rabbnya yg harus lebih kita pedulikan.
Dan yang terbaik itu selalu mengusik kita dalam tiap segi kehidupan. Aku dengan apapun dan aku dengan siapapun. Dia yang Maha Tahu dan kita yang harus siap dengan segala tantangan karena kita ingin menjadi ‘orang terdekatNya’(hopefully).
Sebuah bait yang menguji hatiku, benakku juga lakuku. Bisakah menjadi orang terdekatNya?
Sebuah ungkapan terimakasih atas pertemuan yang menggembirakan dengan orang2 pilihanNya (yang terbaik) untukku. Aku mungkin pernah tak mempedulikannya, tapi berjalannya waktu membuatku mengerti merekalah orang2 yang terbaik untukku untuk membuatku semakin paham hakikatku sebagai manusia dan dekat denganNya.
Sebuah ungkapan terimakasih atas pertemuan yang menggembirakan dengan orang2 pilihanNya (yang terbaik) untukku. Aku mungkin pernah tak mempedulikannya, tapi berjalannya waktu membuatku mengerti merekalah orang2 yang terbaik untukku untuk membuatku semakin paham hakikatku sebagai manusia dan dekat denganNya.
Saturday, March 05, 2011
Kisah Kecil
Angin menyentuh lembut dedaunan di pagi itu. Bak seruling, dedaunan pun berdesir mengirimkan irama-irama merdu. Pagi yang indah untuk memulai hari yang lebih indah. Pagi itu tepat seperti yang direncanakan, aku melangkah menuju tempat para sahabatku telah berkumpul. Kami akan pergi ke salahsatu tempat wisata di kawasan bandung.
Friday, January 28, 2011
Hari Esok Lebih Baik... Semangaaatttt
Hidup itu memang penuh misteri kawan.., kadang memperlihatkan kelancaran namun kadang memperlihatkan tantangan. Besaran kelancaran maupun tantangannya pun bergantung pada kita, sang pelaku kerja. Kesiapan kita memegang kemudi di tiap tahapannyalah yang menentukan. Kesiapan kita bukan hanya diukur dari yang zahir dari kita namun juga dari yang tersembunyi dari kita yang kadang kita pun tak menyadarinya.Sesuatu yang tersembunyi itu justru (saya rasa) yang menjadi ukurannya. Diukurnya pun bukan oleh kita sebagai pelaku, tapi olehNya, sang raja dari para raja, yang Maha Mengetahui. Ya, Dialah yang paling mengetahui kesiapan kita menerima tantangan atau kelancaran. Ukurannya itu akan sampai kepada mata, telinga, dan hati orang-orang di sekitar kita, dan sampailah kepada kita dalam bentuk yang paling cocok untuk kita hadapi.
Saat kita diberi tantangan bukan berarti kita belum pantas mendapat kelancaran, tapi karena Ia tahu kita bisa memberikan sesuatu yang lebih baik ketika kita melalui tantangan terlebih dahulu. Pada kondisi seperti ini jika kelancaran yang datang justru kinerja kita akan menjadi biasa-biasa saja lalu potensi kita pun enggan muncul. Jika kita mau sedikit meluangkan waktu untuk memahaminya tentu saja semua ini sebenarnya hanya bermuara pada satu hal, yaitu agar kita tetap berada di jalur yang benar. Agar kita semakin sadar ada kekuatan yang lebih besar selain daya yang kita lakukan. Sekarang saatnya kita kembali mengevaluasi segala niatan kita, lalu selaraskan lagi dengan gerak-gerik kita. Bukankah segala reaksi berasal dari aksi?
Saat aku menulis ini, keputusan seminar TA telah sampai padaku. Dan hasilnya.... ada waktu tambahan yang diberikan untukku memperbaiki makalah dan laporanku, yup seminarku ditunda ke periode selanjutnya. Apa rasanya? Di satu sisi ada rasa sedih di hati namun di sisi yang lain ada rasa senang. Sedih karena batal wisuda April, tapi senang karena artinya aku bisa memberikan hasil TA yang lebih baik dari hasil pengolahan data yang kubuat saat ini.
Semangat baru untuk memberikan sesuatu yang lebih baik. Good bye April 2011, welcome Juli 2011. Saatnya berkarya bukan hanya karena keharusan dalam menjalani studi, tapi tanggungjawab karena kita telah mengetahui (berilmu). Ayo berjuang bersama menjadi yang terbaik. Ayo kita luruskan niat...., buat segala usaha kita sarat makna.
Hikmah hari ini: jangan jadikan suatu aktivitas sebagai batu sandungan dalam menjalani kewajiban lain, kelolalah dengan rapi, sinergikan dengan baik.
Saturday, January 22, 2011
Kau adalah Inspirasi Untukku
Monday, January 17, 2011
Kampus (Perguruan Tinggi) vs Kampus Kehidupan
Layaknya sebuah tempat menempa diri, kampus kehidupan pun memberi tes pemahaman. Orang bilang di kampus kehidupan kita diberi ujian dengan materi yang belum kita ketahui sama sekali. Mungkin benar tapi seringkali kita lupa, bahwa materi itu pernah melintasi hidup kita, walau dalam bentuk yang abstrak. Pembelajaran di kampus kehidupan tidak terstruktur, materi-materinya sangat bergantung pada kebutuhan tiap individu, sehingga kampus ini pun tak memiliki pengajar tetap. Kadang kita hanya belajar dari seorang anak kecil atau kadang kita belajar dari alam.
Aku Berkata tentang Idealisme Mahasiswa
Begitulah kira-kira kata yang sering terdengar dari dosen maupun teman-teman mahasiswa yang lain, Jaga Idealisme. Entah dipahami atau tidak, kata-kata itu seolah menjadi kata mujarab bagi mahasiswa.
Idealisme jika diartikan secara bahasa berasal dari dua kata yaitu ideal dan isme (paham). Idealisme memiliki tiga arti pada kbbi, namun untuk bahasan ini saya rasa definisi berikut lebih pas. Idealisme adalah hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna. Jadi dengan kata lain idealisme sangat erat kaitannya dengan arti ideal bagi tiap mahasiswa.
Thursday, December 02, 2010
Cerita Tentang Ia
Suatu hari peradaban menepuk pundakku. Aku menoleh padanya. Kupandangi ia, wajahnya terlihat lesu, lelah, dan entah mengapa terlihat tirus. Aku terkejut, tak biasanya peradaban datang menghampiriku dengan wajah seperti itu. Biasanya ia datang dengan ceria serta membawa berbagai cerita. Ceritanya selalu membawaku melanglangbuana ke seluruh penjuru negeri. Setelah perjalanan itu biasanya aku tersipu, aku belum jadi apa-apa.
Suasana masih hening hingga satu kalimat keluar dari mulutnya. 'aku lelah may.., saaangaat lelah'. Aku semakin terkejut, sungguh hal yang tak biasa ia berkata seperti itu. Aku pun membenarkan posisi dudukku, sekarang aku bisa melihat jelas dirinya. Aku bisa melihat gurat kelelahan itu dengan lebih jelas. Ah.., aku semakin tak tega melihatnya. Menyadari aku mulai tertarik dengna ucapannya barusan, mulutnya mulai terbuka, lalu berucap 'bolehkah aku bercerita may'. Aku mengangguk, tak mungkin kubiarkan dirinya terdiam lebih lama, pasti ia memiliki banyak cerita berhikmah.
Sunday, November 14, 2010
Kerak Kebangkitan
by: Mahya R A
Tentang apa yang kupunya
Tentang semua masa
Antar aku dan mereka
Merekalah sang penjaga makna
Meluruh demi makna
Mewarnai berjuta asa
Menjadi rasa
Mereka tak lelah
Walau hanya senyum yang merekah
Tanpa pernah resah
Mendampingi sang arah
Tak pernah pula mereka mengeluh
Meski lelah temani sang girang
Dalam loncatan loncatan makna
Dalam kehausan jiwa dan fikir
Terjagalah makna
Atas nama pengabdian
Meluruh dalam simfoni
Menuju harmoni
Lalu apalah makna terisi
Dalam loncatan loncatan makna
Jikalau dunia mengekang
Mengunci kamar kamar kepahaman
Saturday, November 06, 2010
Kami Cinta Indonesia
Kami cinta Indonesia
Mata kami ikut sembab ketika kesedihan melanda Indonesia
Hati kami ikut teriris ketika cucuran air mata Indonesia jatuh ke tanah
Dan kami selalu tergerak meski hanya dalam balutan doa
Kami peduli walau raga kami tak sanggup hadir bersama
Untuk Indonesia, kami memang harus ada
Mata kami ikut sembab ketika kesedihan melanda Indonesia
Hati kami ikut teriris ketika cucuran air mata Indonesia jatuh ke tanah
Dan kami selalu tergerak meski hanya dalam balutan doa
Kami peduli walau raga kami tak sanggup hadir bersama
Untuk Indonesia, kami memang harus ada
Thursday, October 14, 2010
Belajar dari Masalah
Seringkali kekecewaan menghampiri kita ketika sang harap tak kunjung menjadi nyata. Padahal jika kita memberi sedikit waktu untuk hati dan pikiran kita bekerjasama mencari solusi, maka kecewa itu kan berubah menjadi harap lain untuk dipenuhi.
Sebagai analogi saya akan mengambil contoh robot. Sebelumnya kita samakan persepsi ya, apa itu Robot? Robot (menurut saya) adalah suatu rangkaian elektronik yang dirancang oleh manusia menjadi suatu fungsi yang dapat membantu pekerjaan manusia, ini bisa juga diartikan mengabdi. Dengan pengertian seperti ini maka kulkas, radio, komputer dan tv termasuk robot. Sekarang apa itu Manusia? Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT untuk beribadah padaNya. Nah dari sisi ini kita bisa melihat adanya kesamaan dalam hubungan manfaat antara manusia dan robot serta manusia dan Allah SWT.
Monday, October 11, 2010
untuk ia yang aku kagumi dengan sangat..
untuk ia yang aku kagumi dengan sangat..
by Haniefah Noor Esa
Untuk ia yang aku kagumi dengan sangat:
Katamu aku adalah permata, Yang harganya mahal tak terhingga. Katamu aku adalah berlian, Yang langka dan tak terbilang. Katamu aku adalah emas, Yang murni bahkan lebih dari 24 karat.
Dan katamu aku adalah mawar berduri d tepi jurang. Ia indah namun tak bisa menyentuhnya dengan sembarang.
Kau tanya padaku mengapa aku harus tangguh? Karena memang tak perlu mengeluh. Meski fitrahku adalah lemah, Aku harus tetap miliki arah.
Kau tanya padaku mengapa aku harus tegar? Karena memang tak perlu menjadi gundah. Meski fitrahku adalah indah, aku harus tetap bertahan.
Malam ini aku kembali tak mampu memejamkan mata.. Menyadari begitu banyak yang terjadi sepanjang hari.. Ingin rasanya aku menghubungimu lagi.. Tapi kembali kuingat pesanmu: bagaimanapun hidup akan kau jalani sendiri, maka berjuanglah dengan segala kekuatan yang kau miliki!
Untuk ia yang aku kagumi dengan sangat. Terimakasih telah menjadi bagian dari hidupku. (Lagi-lagi aku terbangun, lalu menyadari bahwa itu hanya mimpi.)
Didedikasikan untuk seorang muslimah sejati. 111010
"karena aku adalah seorang wanita"
dikutip dari notes haniefah.
by Haniefah Noor Esa
Untuk ia yang aku kagumi dengan sangat:
Katamu aku adalah permata, Yang harganya mahal tak terhingga. Katamu aku adalah berlian, Yang langka dan tak terbilang. Katamu aku adalah emas, Yang murni bahkan lebih dari 24 karat.
Dan katamu aku adalah mawar berduri d tepi jurang. Ia indah namun tak bisa menyentuhnya dengan sembarang.
Kau tanya padaku mengapa aku harus tangguh? Karena memang tak perlu mengeluh. Meski fitrahku adalah lemah, Aku harus tetap miliki arah.
Kau tanya padaku mengapa aku harus tegar? Karena memang tak perlu menjadi gundah. Meski fitrahku adalah indah, aku harus tetap bertahan.
Malam ini aku kembali tak mampu memejamkan mata.. Menyadari begitu banyak yang terjadi sepanjang hari.. Ingin rasanya aku menghubungimu lagi.. Tapi kembali kuingat pesanmu: bagaimanapun hidup akan kau jalani sendiri, maka berjuanglah dengan segala kekuatan yang kau miliki!
Untuk ia yang aku kagumi dengan sangat. Terimakasih telah menjadi bagian dari hidupku. (Lagi-lagi aku terbangun, lalu menyadari bahwa itu hanya mimpi.)
Didedikasikan untuk seorang muslimah sejati. 111010
"karena aku adalah seorang wanita"
dikutip dari notes haniefah.
Thursday, October 07, 2010
Senangnya Berbagi Bersamamu
Pasto-Sahabat
Hidup ini tak sempurna
Khayalan tak selalu nyata
Sahabat jangan pernah menyerah
*)
Jangan berhenti berharap
Kita ini yang terkuat
Saatnya jadi peran utama
Aku bisa kaupun bisa
Meraih mimpi setinggi bintang berkilau
Bersamamu ku percaya
Kita ditakdirkan jadi yang terhebat
Sunday, October 03, 2010
Break De Limit
Setelah sekian lama tidak menulis. Beberapa waktu lalu sebuah ide masuk ke kepalaku, lalu berteriak2 ingin dituliskan, dan hasilnya.. ini dia:
Pintu Mr. Brain diketuk, Ms. Soul menyapa: Mr. Brain bolehkah saya bertemu De Limit. Kening Mr Brain mengerut, lalu berkata: “Ada apa Ms. Soul? Apakah De Limit membuat masalah?” Ms. Soul hanya tersenyum, lalu berkata: “Tidak, saya hanya ingin memastikan beberapa hal” Mr. Brain berubah sumringah, lalu menjawab: “Oh, baiklah, saya akan memanggilkannya untuk Anda, silakan masuk dan duduk”
Pintu Mr. Brain diketuk, Ms. Soul menyapa: Mr. Brain bolehkah saya bertemu De Limit. Kening Mr Brain mengerut, lalu berkata: “Ada apa Ms. Soul? Apakah De Limit membuat masalah?” Ms. Soul hanya tersenyum, lalu berkata: “Tidak, saya hanya ingin memastikan beberapa hal” Mr. Brain berubah sumringah, lalu menjawab: “Oh, baiklah, saya akan memanggilkannya untuk Anda, silakan masuk dan duduk”
Sunday, September 12, 2010
Ramadhan dan Nurani
Malam itu 30 Ramadhan
Rumah bulan masih bernyala
Ramadhan tengah berkemas
Syawal telah datang
Tugasnya selesai sudah
Malam itu
Suka tak suka siap tak siap
Nurani menjerit dalam bisu
Menangis tersedu
Ditinggal yang dirindu
Malam itu
Nurani ditemani pedang
Pedang tajam terasah
Menantang 11 bulan yang datang
Tuk bertemu Ramadhan
Rumah bulan masih bernyala
Ramadhan tengah berkemas
Syawal telah datang
Tugasnya selesai sudah
Malam itu
Suka tak suka siap tak siap
Nurani menjerit dalam bisu
Menangis tersedu
Ditinggal yang dirindu
Malam itu
Nurani ditemani pedang
Pedang tajam terasah
Menantang 11 bulan yang datang
Tuk bertemu Ramadhan
Monday, August 23, 2010
SeMaNGGGaaTT
Suatu siang di ruang HSE&S, aku terdiam, lintasan2 mimpi melewati kepalakku. Aku mulai ragu dengan itu, tapi entah mengapa tiba-tiba puluhan kata meloncat2 di kepalaku, mereka membawa TOA besar, lalu masuk kedalamnya dan terdengarlah suara menyiratkan makna mendalam untukku. Kurang lebih kata-katanya seperti ini:
Taklukkan dunia hingga Allah SWT yakin memasukkanmu dalam golongan orang-orang shaleh, beruntung dan mendapatkan rahmatNya....Hmm, baiklah.., tampaknya tak ada sesuatu yang lebih membahagiakan selain mendapatkan RahmatNya, denganNya semua menjadi mungkin. Tak boleh ada kata menyerah... Aku ingin mendapatkan pengakuanNya. Semaaangggaat
Sunday, August 22, 2010
Andaikan Aku Punya Sayap
Hari sudah siang, namun matahari mulai meredup, sang awan gelap mengintainya siang ini. Dengan seringainya,, ia bersiap untuk memuntahkan semua air yang berhasil diserapnya beberapa waktu sebelumnya. Si merah yang lama bertengger di depan rumah pun telah berpindah posisi, ia menegakkan diri untuk dinaiki pemiliknya, adikku yang pertama. Aku mengikutinya dari belakang seraya menutup pagar dan memasangkan helm biru yang baru saja dibelinya beberapa hari lalu. Helm lamanya, yang telah berganti dengan helm lain, hilang saat ia ‘ngampus’.
Si merah sudah berdehem ketika aku menutup pintu. Ia dikomando untuk memanaskan badannya untuk beberapa saat. Tak lama aku telah menaikinya diiringi deruman mesin yang bersemangat. Si merah pun melaju menuju salah satu masjid di Bandung, tempatku akan menemui patnerku dan mengikuti kajian islam rutin alias halaqah. Setengah perjalanan belum genap dilalui, namun,
Wednesday, June 09, 2010
Palestinaku Tercinta....
Palestina, jika mendengar kata-kata ini aku seolah terbawa melintasi waktu…, bercampur dalam kesedihan Rasulullah SAW yang kehilangan kedua orang terkasihnya, lalu mengalir dalam perjalanan istimewa pelipur lara -hadiah Sang pemilik cinta- ke Masjidil Aqso lalu berwisata hingga langit ketujuh. Perjalanan yang tertulis abadi dalam suratAl-Isra.
Aku pun kembali terbuai dalam simfoni-simfoni muslim ketika menjadikan Masjid Al Aqso -yang notabene berada diYerusalem- sebagai kiblat pertamanya.
Simfoni itu tak berlangsung lama karena ingatanku berjalan ke masa-masa ketika aku mulai mengetahui Zionis Yahudi merebut paksa daerah-daerah Palestina setelah memulai ‘pengembaraannya’ di Palestina dengan ‘rasa iba’ Inggris atas holocaust (yang kebenarannya pun belum bisa dipastikan).
Jantungku berdebar kencang…, semua rasa bercampur aduk ketika aku mulai tahu pembantaian atas warga Palestina demi ambisi orang-orang Yahudi.., yang menurut sejarah telah berani ‘membunuh’ para nabi yang dikirim pada mereka. Mereka bahkan mengusir Isa a.s sebagai nabi terakhir dari kalangan mereka yang diutus kepada kaum mereka.
Tak berhenti disitu,
Friday, April 02, 2010
Izinkan aku menangis sekali ini saja.
Menangis sejadi jadinya
Lupakan kebodohan yang lalu
Menjadi salju putih memukau
Izinkan aku menangis sekali ini saja
Bukan hanya tersedu
Berkata tanpa makna
Tapi berteriak menggelegar mengguncang dunia
Izinkan aku menangis sekali ini saja
Luruhkan segala alpa
Bersiap menjadi pelangi
Bersiap menjadi bunga mewangi
Izinkan aku menangis sekali ini saja
Bukan tuk hilangkan rasa
Namun tuk kembali mengenalMu
Tanpa titik
Selepas itu aku berjanji
Tak akan ada lagi bulir air di sudut hati
Hanya senyum tulus ikhlas
karenaMu
Menangis sejadi jadinya
Lupakan kebodohan yang lalu
Menjadi salju putih memukau
Izinkan aku menangis sekali ini saja
Bukan hanya tersedu
Berkata tanpa makna
Tapi berteriak menggelegar mengguncang dunia
Izinkan aku menangis sekali ini saja
Luruhkan segala alpa
Bersiap menjadi pelangi
Bersiap menjadi bunga mewangi
Izinkan aku menangis sekali ini saja
Bukan tuk hilangkan rasa
Namun tuk kembali mengenalMu
Tanpa titik
Selepas itu aku berjanji
Tak akan ada lagi bulir air di sudut hati
Hanya senyum tulus ikhlas
karenaMu
Saturday, March 27, 2010
Ini tentang aku dan orang-orang di sekitarku
26 Maret jam 15.00 tepat 22 tahun yang lalu nyanyian mengalun dari bibirku, nyanyian kebangsaan para bayi di dunia. Nyanyianku mungkin tak semerdu suara adzan sang muadzin sepanjang masa, namun nyanyian itu berhasil merekahkan senyum kedua orangtuaku serta saudara-saudaraku, ya… atas izinnya aku memulai perjalananku di dunia bersama orangtuaku dan dua kakak yang telah lebih dulu menatap dunia.
Beriringan dengan sang waktu aku bertumbuh. Dipandu ibuku, aku mulai mengenal Allah SWT dan agamaku, aku bahkan mengenal lebih banyak hal lagi dari sosok ibuku. Waktu terus berlalu, kenakalanku dan kejailanku mulai muncul ke permukaan. Dikala kejailaku memuncak ibuku seringkali malah menceritakan kepadaku banyak hal termasuk cerita ketika aku dilahirkan. Saat itu aku belum paham benar apa yang dirasakan ibu tercintaku ini, hingga akirnya sang waktu mempertemukanku dengan keponakanku, anak dari kakak perempuanku, dari kakakku inilah aku mulai paham perjuangan seorang ibu melahirkan anaknya
Layaknya orangtua kebanyakan, orangtuaku pun memberi porsi pelajaran agama pada anak-anaknya. Porsi ini mulai aku dapatkan saat aku bersekolah di TK AP yang bermuatan islam, TPA, SDIT AP, pun berupa dukungan ketika aku ingin masuk ke SMP Islam DH (mengikuti jejak salah seorang sahabatku). Porsi ini agak melonggar saat SMA, aku didorong untuk bersekolah di SMA favorit di Bandung, walaupun begitu kakak perempuanku tetap memberi porsi ini dengan sharing-sharingnya, sampai-sampai jika aku terlambat pulang untuk alasan yang kurang baik, aku akan mendapat teguran kakakkun selain ortu. Dari kakakku pula aku berkenalan dengan mentoring islam, dan bertemu dengan teteh-teteh mentor yang keren-keren dan menginspirasi.
Saat aku bersekolah di SDIT aku bertemu dengan guru-guru kelas dunia. Selain mengajarkanku ilmu-ilmu layaknya SD konvensional lainnya, sekolah pilihan ibuku ini juga mengajariku akidah-akhlaq, fikih, sejarah kebudayaan islam, bhs. Inggris, bhs. Arab, empati, kebersamaan, dsb. Aku bahkan sudah belajar bersanlat (sampai menginap) di sekolah saat kelas 5. Sanlat yang berbeda dari sanlat kebanyakan.Ide-ide mereka yang menarik membuat sekolahku lebi menyenangkan. Guru-guru kerenku yang banyak ide inilah inspirator-inspirator awalku.
Ternyata pertemuanku dengan sang waktu, bukan hanya mengenalkanku pada guru-guru kelas dunia namun juga mempertemukanku dengan berbagai aktivitas mulai belajar hingga berorganisasi. Dari sinilah aku dipertemukan dengan sahabat-sahabat terbaikku, yang rela bercengkrama bahkan bertukar pikiran denganku, padahal adakalanya mereka sibuk. Perbedaan pun mewarnai persahabatan ini namun justru perbedaan inilah yang kian menguatkanku untuk saling mendukung dalam kebaikan.
Kini 22 tahun kemudian dengan berbekal ilmu-ilmu yang diberikan bukan hanya dari ayah dan ibuku, namun juga dari ayah dan ibu lainnya serta calon ayah dan ibu lainnya, bukan hanya dalam tataran kata, namun juga tindakan-tindakan nyata dan teguran-teguran mereka kepadaku, aku melangkah.
Karenanya aku ingin berterimakasih kepada semua ibu, ayah, calon ibu dan calon ayah yang telah membantuku sampai di titik ini (menjadi seorang yg berusaha tegak berdiri menyongsong semua, mengambil hikmah dari setiap kejadian, menyerap ilmu dari semua orang dan menjadi teladan). Terimakasih atas jerih payhnya telah memberikanku arti tentang hidup dan berkarya. Road to inspiring woman, with all woman in world. Doakan aku...
Beriringan dengan sang waktu aku bertumbuh. Dipandu ibuku, aku mulai mengenal Allah SWT dan agamaku, aku bahkan mengenal lebih banyak hal lagi dari sosok ibuku. Waktu terus berlalu, kenakalanku dan kejailanku mulai muncul ke permukaan. Dikala kejailaku memuncak ibuku seringkali malah menceritakan kepadaku banyak hal termasuk cerita ketika aku dilahirkan. Saat itu aku belum paham benar apa yang dirasakan ibu tercintaku ini, hingga akirnya sang waktu mempertemukanku dengan keponakanku, anak dari kakak perempuanku, dari kakakku inilah aku mulai paham perjuangan seorang ibu melahirkan anaknya
Layaknya orangtua kebanyakan, orangtuaku pun memberi porsi pelajaran agama pada anak-anaknya. Porsi ini mulai aku dapatkan saat aku bersekolah di TK AP yang bermuatan islam, TPA, SDIT AP, pun berupa dukungan ketika aku ingin masuk ke SMP Islam DH (mengikuti jejak salah seorang sahabatku). Porsi ini agak melonggar saat SMA, aku didorong untuk bersekolah di SMA favorit di Bandung, walaupun begitu kakak perempuanku tetap memberi porsi ini dengan sharing-sharingnya, sampai-sampai jika aku terlambat pulang untuk alasan yang kurang baik, aku akan mendapat teguran kakakkun selain ortu. Dari kakakku pula aku berkenalan dengan mentoring islam, dan bertemu dengan teteh-teteh mentor yang keren-keren dan menginspirasi.
Saat aku bersekolah di SDIT aku bertemu dengan guru-guru kelas dunia. Selain mengajarkanku ilmu-ilmu layaknya SD konvensional lainnya, sekolah pilihan ibuku ini juga mengajariku akidah-akhlaq, fikih, sejarah kebudayaan islam, bhs. Inggris, bhs. Arab, empati, kebersamaan, dsb. Aku bahkan sudah belajar bersanlat (sampai menginap) di sekolah saat kelas 5. Sanlat yang berbeda dari sanlat kebanyakan.Ide-ide mereka yang menarik membuat sekolahku lebi menyenangkan. Guru-guru kerenku yang banyak ide inilah inspirator-inspirator awalku.
Ternyata pertemuanku dengan sang waktu, bukan hanya mengenalkanku pada guru-guru kelas dunia namun juga mempertemukanku dengan berbagai aktivitas mulai belajar hingga berorganisasi. Dari sinilah aku dipertemukan dengan sahabat-sahabat terbaikku, yang rela bercengkrama bahkan bertukar pikiran denganku, padahal adakalanya mereka sibuk. Perbedaan pun mewarnai persahabatan ini namun justru perbedaan inilah yang kian menguatkanku untuk saling mendukung dalam kebaikan.
Kini 22 tahun kemudian dengan berbekal ilmu-ilmu yang diberikan bukan hanya dari ayah dan ibuku, namun juga dari ayah dan ibu lainnya serta calon ayah dan ibu lainnya, bukan hanya dalam tataran kata, namun juga tindakan-tindakan nyata dan teguran-teguran mereka kepadaku, aku melangkah.
Karenanya aku ingin berterimakasih kepada semua ibu, ayah, calon ibu dan calon ayah yang telah membantuku sampai di titik ini (menjadi seorang yg berusaha tegak berdiri menyongsong semua, mengambil hikmah dari setiap kejadian, menyerap ilmu dari semua orang dan menjadi teladan). Terimakasih atas jerih payhnya telah memberikanku arti tentang hidup dan berkarya. Road to inspiring woman, with all woman in world. Doakan aku...
Saturday, October 17, 2009
Jepang.... Mimpiku dulu dan Kini
Jarum-jarum jam terus berdetak, tapi bayangan itu tak bisa begitu saja lepas dari pikiranku, semakin lama justru semakin mengingatkanku tentang masa-masa mengharu biru saat aku masih menjadi siswa dulu, siswa SD, SMP, dan SMA. Ya..., sejak kecil dulu aku bermimpi menjejakkan kakiku di negeri sakura itu. Aku mulai terkesima dengan negeri itu, ketika alunan-alunan suara guru, sahabat, dan saudaraku ttg negeri itu. Walau bukan pemilik universitas no 1 di dunia, aku terkesima mulai dari film anime sampai perkembangan teknologi yang pesat...
Walau kini aku mulai bermimpi pergi ke France dan Belanda(setelah aku masuk TL, karena fakta ttg ke-TLan disana), tapi tetap saja aku tak bisa melepaskan pandanganku ke Jepang.
Dengan pesona bunga sakuranya, dengan semua budaya yang unik, dengan perkembangan pesat teknologi, dengan kreativitas yang dimunculkan, dsb.
Tapi bukan hal yang mudah menuju kesana, dengan kondisi yang belum ideal atau mendekati ideal dari diriku dan sekitarku. Secara tidak sadar maupun sadar aku merasa mimpi2ku itu sedang diwujudkan.., entahlah aku rasa, dengan kondisi saat ini, Allah SWT (melalui sahabat-sahabat di kampus) seringkali memberiku amanah yang sebenarnya belum bisa kulaksanakan dengan baik, tapi aku masih dipercaya untuk memperbaikinya, menuju kondisi ideal untuk menjadi seorang mahasiswa S2/S3 di Jepang, France, ataupun Belanda.
Aku yakin semua yang kuimpikan akan terwujud jika aku telah lulus dengan predikat baik(di mataNya) dari amanah-amanah yang kuemban kini.
Berjalan menuju suatu impian jangka pendek dengan ridloNya sampai akhirnya menjadi salahsatu penghuni syurgaNya. Aamiin
Monday, October 12, 2009
Harmoni...
Berlari kencang sang nafas
Ikuti riak irama hati
Tak jenuh tertawa
Akhirnya sedih
Sinar terang menyelusup
Sampaikan hangat
Bukan panas membakar
Meremukkan kertas-kertas hari
Ya.. Rabb Pemilik semesta Tambatkan hati Hanya padamu
Bersama kesulitan itu ada kemudahan...(Q.S. Al Insyiroh)
Ikuti riak irama hati
Tak jenuh tertawa
Akhirnya sedih
Sinar terang menyelusup
Sampaikan hangat
Bukan panas membakar
Meremukkan kertas-kertas hari
Ya.. Rabb Pemilik semesta Tambatkan hati Hanya padamu
Bersama kesulitan itu ada kemudahan...(Q.S. Al Insyiroh)
Sunday, October 11, 2009
Nyanyian Alam
Rumput bergoyang
Sambut datangnya angin
Mesra bercengkrama
Hilangkan lara
Walau hanya sekejap
Sang rumput tak pernah sepi
Slalu senyum dalam nyanyian
Bernyanyi untuk slamanya
Tak jua ada keluh sang angin
Walau beribu-ribu mil berlari
Selalu terngiang simpannya
Nyanyian sang rumput
Selalu ada akhir selain awal, selalu ada cahaya selain gelap, selalu ada detik-detik tak terperi ketika semua hadir dalam melodi hati walau waktu jua yang memisahkan. Selalu ada harapan ktika kita bermimpi. Jangan menyerah walausatu detik lagi usai.
Rumput bergoyang
Sambut datangnya angin
Mesra bercengkrama
Hilangkan lara
Walau hanya sekejap
Sang rumput tak pernah sepi
Slalu senyum dalam nyanyian
Bernyanyi untuk slamanya
Tak jua ada keluh sang angin
Walau beribu-ribu mil berlari
Selalu terngiang simpannya
Nyanyian sang rumput
Selalu ada akhir selain awal, selalu ada cahaya selain gelap, selalu ada detik-detik tak terperi ketika semua hadir dalam melodi hati walau waktu jua yang memisahkan. Selalu ada harapan ktika kita bermimpi. Jangan menyerah walausatu detik lagi usai.
Tuesday, June 30, 2009
Hari itu aku tak sengaja memperhatikan sekeliling jalan pulangku. Dengan capek yang masih menghatuiku aku berjalan melalui gang yang sudah kuhapal betul seluk-beluknya. Gang itu memiliki beberapa belokan siku-siku yang memiliki selokan yang cukup besar di sisi dalamnya, nah di selokan itu, tepatnya di dindingnya, tak sengaja aku melihat beberapa tangkai bunga berwarna putih, aku tidak tahu jenis bunga apa itu, yang jelas bunga itu memiliki ukuran yang kecil dan mahkota yang lancip, cantik sekali.
Aku terus berjalan sampai tiba-tiba otakku berkata kok mau-maunya bunga secantik itu tumbuh disana, di dinding selokan, emang ga risih dengan air selokan yang seringkali kotor (terutama saat musim hujan). Seharusnya kan bunga secantik itu tumbuh di tanah seperti kebanyakan bunga lainnya di taman-taman yang indah untuk semakin memperindah taman itu. Aneh.
Lintasan pikiran itu lama menggangguku hingga akhirnya muncul lintasan pikiran lainnya yang cukup membuatku untuk bertasbih padaNya. Apakah itu? Aku berpikir bunga ini sungguh luar biasa dengan tidak terlalu mendukungnya lingkungan hidupnya (batuan serta selokan) ia tetap bertahan dan memberi warna lain pada selokan, keindahan, bukan hanya sisi keridakjernihannya saja.
Lalu apa hubungannya dengan kita, kadang kala kita mengeluh kepada Rabb kita tentang semua yang terjadi, seringkali kita menyalahkan lingkungan yang tidak kondusif ketika kita gagal, padahal manusia itu lebih sempurna penciptaannya dari bunga. Bunga mampu merubah lingkungannya menjadi lebih enak dipandang, maka seharusnya kita, sebagai makhluk yang sempurna juga bisa merubah lingkungan agar mendukung aktivitas kita bukan mengeluh dengan kondisi lingkungan kita yang tidak mendukung. Karena sebenarnya kita bisa yang menentukan lingkungan kita akan seperti apa, sesuai dengan pepatah when there's a will there's a way. Wallahu'alam bi shawab
Thursday, June 25, 2009
Hmm.. Love Attraction
Ahhhh cinta.., semua menjadi mungkin karenamu.. Gelap menjadi terang, hitam menjadi putih, panas menjadi sejuk, segala-galanya menjadi baik. Buta. Padahal aku yakin cinta hanya ingin cerahkan dunia bukan butakan dunia. Coba saja tanya pada cinta juga Sang Pencipta. Aku yakin jawabannya takkan jauh.
Cinta itu tanggungjawab, May, angin di sampingku menjawab., benar, tanggung jawab kepada sang Pemilik cinta, Pemilik tali yang tak terputus. Jika cinta maka harus tanggung jawab, jangan jadi buta.., benar... jangan buta. Apalah arti cinta jika pada akhirnya tanggungjawab diputus begitu saja, hanya semu...., semu semata, hanya kesenangan sesaat dan hanya rugi yang didapat, rugi telah dikotorinya hati yang Allah ciptakan untuk mengingatNya, berkarya atas namaNya.
Cinta..., indah sekali dirimu diciptakanNya hingga perlu hati yang bersih untuk mengertimu, hati yang telah ada Allah SWT disana, semua atas namaNya. Hati... apakah dirimu nyaman disana dengan rasa yang bercampur aduk, dengan cinta yang tak berdasar, kurasa tidak jawabnya, tanya saja hati kecilmu, aku yakin itu jawabannya. Cinta dan tanggungjawab, jika cinta maka siaplah untuk bertanggung jawab atas namaNya, jika tak sanggup berhentilah untuk saat ini. Cukuplah cinta padaNya, karena akan timbul darinya cinta pada sesama, hingga dunia tentram bukan hanya sendiri. Akan hadirlah kuat setelah lemah, bahagia setelah sedih, rajin setelah malas, dan banyak lagi.
Aku ingin memiliki hati yang mencitaiNya hingga jika akhirnya terbagi, diriNya tetap ada di bagian hati yang terbagi. CintaNya seterbagi apapun akan tetap sama, tapi kita tetap harus Memberikan cinta terbesar (1 hati penuh) kepadaNya dan terbagi kemudian pada cinta sesama manusia. Jika ada diriNya dalam cinta kita pada sesama aku yakin tak ada lagi kerusakan baik fisik bumi atau mental manusia yang akan terjadi, karena Allah SWT telah membingkainya pada kebaikan
Cinta itu tanggungjawab, May, angin di sampingku menjawab., benar, tanggung jawab kepada sang Pemilik cinta, Pemilik tali yang tak terputus. Jika cinta maka harus tanggung jawab, jangan jadi buta.., benar... jangan buta. Apalah arti cinta jika pada akhirnya tanggungjawab diputus begitu saja, hanya semu...., semu semata, hanya kesenangan sesaat dan hanya rugi yang didapat, rugi telah dikotorinya hati yang Allah ciptakan untuk mengingatNya, berkarya atas namaNya.
Cinta..., indah sekali dirimu diciptakanNya hingga perlu hati yang bersih untuk mengertimu, hati yang telah ada Allah SWT disana, semua atas namaNya. Hati... apakah dirimu nyaman disana dengan rasa yang bercampur aduk, dengan cinta yang tak berdasar, kurasa tidak jawabnya, tanya saja hati kecilmu, aku yakin itu jawabannya. Cinta dan tanggungjawab, jika cinta maka siaplah untuk bertanggung jawab atas namaNya, jika tak sanggup berhentilah untuk saat ini. Cukuplah cinta padaNya, karena akan timbul darinya cinta pada sesama, hingga dunia tentram bukan hanya sendiri. Akan hadirlah kuat setelah lemah, bahagia setelah sedih, rajin setelah malas, dan banyak lagi.
Aku ingin memiliki hati yang mencitaiNya hingga jika akhirnya terbagi, diriNya tetap ada di bagian hati yang terbagi. CintaNya seterbagi apapun akan tetap sama, tapi kita tetap harus Memberikan cinta terbesar (1 hati penuh) kepadaNya dan terbagi kemudian pada cinta sesama manusia. Jika ada diriNya dalam cinta kita pada sesama aku yakin tak ada lagi kerusakan baik fisik bumi atau mental manusia yang akan terjadi, karena Allah SWT telah membingkainya pada kebaikan
Friday, May 08, 2009
Hp-ku hilang aku pun malang
Bismillah...
Hehehe...
Bukan maksud berlebihan tapi sekarang aku merasakannya, tanpa hp, aku selalu telat info, tanpa hp, susah tau waktu (salah sendiri batere jamnya belum diganti), dll. Jika boleh banyak mengeluh dan banyak menyesali, kukira 24jam bukan waktu yang cukup (berlebihan..., lagi...). Jika diurut, penyesalan itu dimulai dari jatuhnya hp sampai usaha mendapat no yang sama. Aku uraikan satu per satu aja,mudah-mudahan ada hikmahnya.
Aku mengingat-ingat, apa yah yang aku telah lakukan sehingga aku dengan berat hati berkata dengan lantang pada diriku dan keluargaku HPku HilanG...., oke, kita uraikan ya..., waktu di BEC adikku berkata, 'teh, hpnya benerin atuh' dan kujawab 'iya, ntar aja gampanglah.' kesalahan bagian a di hari terakhirku bersama alat komunikasiku ini. Ya, Allah, aku khilaf...
Saat pulang, Hp-ku bergetar..., sms masuk, jarkom kelas rupanya. Tak lama hp bergetar lagi, ada sms lagi, dari teman sekelompokku menanyakan jadwal kumpul, dan ini dia kesalahan bagian b, aku tak langsung menjawabnya..., kupikir nanti dirumah saja, padahal kalau dipikir2 lagi temanku mungkin butuh jawabanku segera, Ya Allah masih egoisnya aku....
Dan saat hp bergetar untuk yang ketiga kalinya (kupikir saat inilah hpku terjatuh, karena posisinya di saku jaketku yang tidak sempurna), inilah kesalahan bagian c, cerobohnya aku.... Ya Allah sudah berapa peringatanMu melalui hamba-hambaMu ttg kelemahan saku jaket ini, dan saat itu aku melupakannya.
Aku kembali berpikir, apakah hanya itu??? Aku kembali berpikir... Oh, ya, apa fitur HP itu.... Kamera, MP3, Radio, Recorder (Sound n Video), dan Internet....
Ya... Rabb... inikah peringatanMu yang lain..., apa yang telah aku lakukan dengan fitur-fitur itu, aku belum memaksimalkan kemampuan HPku itu... Kamera tak kupakai lagi untuk memotret keindahan alam ini, tak lagi merekam indahnya ukhuwah, belum kumanfaatkan tuk mengingatMu. MP3 dan Radio tak lagi kumanfaatkan untuk menghafal ayat-ayatMu, tak lagi kusempatkan untuk mendengarkan kalam-kalamMu, ilmu-ilmuMu. Recorder tak sempat kumanfaatkan untuk merekam kecerian saudara-saudaraku, tuk mengupgrade ilmuku....
Apa lagi sekarang? Saat aku berusaha mendapat nomorku, aku harus merogoh kocek 18.000...(mending beli nomor baru saja kan?). Ya Rabb inikah peringatanMu atas pulsa-pulsa yang tak selalu kumanfaatkan untuk memberi manfaat bagi orang lain??
Sudahlah.... Kini hanya sesal yang kurasa serta harapan yang tersisa, semoga ini kali terakhirku menyia-nyiakan fasilitas yang ada. Tak tertinggal doa untuk sahabat-sahabat serta saudara-saudaraku agar mereka tak menyiakan semua fasilitas di sekitarnya.
Manfaatkanlah (semua yang ada pada dirimu untuk kebaikan semua) sebelum Sesal yang ada...
Sedikit penyesalan dariku..., semoga bermanfaat.
Sunday, April 05, 2009
Jika Sahabat... Maka Saudara
Sahabat, siapakah itu? apakah kau termasuk kedalamnya? Sahabat terdiri dari 7 kata. Sahabat atau persahabatan adalah perpanjangan dari pertemanan. Jika boleh, saya ingin mengutip sebuah lirik lagu yang populer saat ini, persahabatan bagai kepompong merubah ulat menjadi kupu-kupu. Unik..., itu kesan saya saat mendengar perumpamaan persahabatan tersebut, namun bila di bedah lebih dalam lagi ternyata perumpamaan ini sungguh amat bermakna.
Ya, coba kita pikirkan, dalam kehidupan sang ulat, kepompong dapat menghilangkan rasa kantuk sang ulat, merubah sang ulat menjadi lebih indah dan tak lagi dijauhi raksasa dunianya (manusia, red), dan boleh jadi kepompong ini dapat menghilangkan rasa frustasi -ditandai oleh makan terusnya- sang ulat. That's just a little think we can see or feel, Apa lagi yang kita dapat dari hal ini?
1. Persahabatn seharusnya adalah proses untuk merubah diri kita atau sahabat kita menjadi lebih baik (Dari ulat menjadi kupu-kupu, dari yang tak dipandang menjadi hal yang ditunggu)
2. Persahabatan adalah proses saling melindungi (untuk kebaikan), bukan meninggalkan atau saling meninggalkan sahabat (saat si ulat kekenyangan, frustasi, kepompong menjadi pelindung setia sang ulat sampai akhirnya sang ulat siap untuk melanjutkan harinya).
3. Persahabatan adalah proses mematangkan diri (berdiam di kepompong beberapa waktu untuk kemudian menjadi kupu-kupu)
4. Persahabatan adalah bentuk penerimaan kita terhadap sahabat kita, apapun dia siapapun dia tetap didukung untuk menjadi lebih baik (ulat apapun itu kepompong selalu ada untuk 'mematangkannya' dan merubahnya menjadi kupu-kupu)
5. Persahabatan adalah melakukan yang terbaik untuk sahabatnya agar sahabatnya mendapat yang terbaik.
There is a big think to make Indonesia better, ukhuwah, persaudaraan... Karena persaudaraan itu lebih dari sebuah persahabatan.
Rasa kecewa di hati tak boleh lantas menghitamkan hati. Berikan yang terbaik untuk saudara seMuslim, untuk Indonesia. Trust me, we can do that if we begin it now.
Ya, coba kita pikirkan, dalam kehidupan sang ulat, kepompong dapat menghilangkan rasa kantuk sang ulat, merubah sang ulat menjadi lebih indah dan tak lagi dijauhi raksasa dunianya (manusia, red), dan boleh jadi kepompong ini dapat menghilangkan rasa frustasi -ditandai oleh makan terusnya- sang ulat. That's just a little think we can see or feel, Apa lagi yang kita dapat dari hal ini?
1. Persahabatn seharusnya adalah proses untuk merubah diri kita atau sahabat kita menjadi lebih baik (Dari ulat menjadi kupu-kupu, dari yang tak dipandang menjadi hal yang ditunggu)
2. Persahabatan adalah proses saling melindungi (untuk kebaikan), bukan meninggalkan atau saling meninggalkan sahabat (saat si ulat kekenyangan, frustasi, kepompong menjadi pelindung setia sang ulat sampai akhirnya sang ulat siap untuk melanjutkan harinya).
3. Persahabatan adalah proses mematangkan diri (berdiam di kepompong beberapa waktu untuk kemudian menjadi kupu-kupu)
4. Persahabatan adalah bentuk penerimaan kita terhadap sahabat kita, apapun dia siapapun dia tetap didukung untuk menjadi lebih baik (ulat apapun itu kepompong selalu ada untuk 'mematangkannya' dan merubahnya menjadi kupu-kupu)
5. Persahabatan adalah melakukan yang terbaik untuk sahabatnya agar sahabatnya mendapat yang terbaik.
There is a big think to make Indonesia better, ukhuwah, persaudaraan... Karena persaudaraan itu lebih dari sebuah persahabatan.
Rasa kecewa di hati tak boleh lantas menghitamkan hati. Berikan yang terbaik untuk saudara seMuslim, untuk Indonesia. Trust me, we can do that if we begin it now.
Subscribe to:
Posts (Atom)