Skip to main content

WhatsApp Menyelamatkan Jarak Jauh

Sebagai pejuang LDR, komunikasi tentu menjadi ujung tombak hubungan. Antara suami dan istri juga anak-anak. Tak terbayangkan kacaunya sebuah keluarga ketika komunikasi tak berjalan lancar. Beruntungnya di era digital ini teknologi berkembang pesat. Mengatasi jarak yang terpisah WhatsApp menjadi salah satu penengah. 
Tentu banyak aplikasi lain yang dapat menjembatani jarak yang terpisah. Ada line, telegram dan lain sebagainya. Namun keumuman pengguna membuat saya memutuskan menggunakannya. Terlebih semakin lama fasilitas di WhatsApp semakin banyak. Tak lagi hanya sebatas text chatting namun juga telpon suara dan telpon video. Hal yang dulu sulit dilakukan jika memiliki pulsa yang pas pasan. Saat ini asalkan kuota mumpuni maka telpon suara maupun telpon video mudah untuk dinikmati.
WhatsApp memudahkan para pejuang LDR untuk memberikan perkembangan terkini anak-anak selain aktivitas harian pribadi. Tentu aplikasi ini pun mudah untuk sekedar memberi apresiasi atau semangat untuk pasangan.. Semoga dengan adanya kemudahan teknologi ini keluarga pejuang LDR tetap mudah bersinergi sehingga menjadi keluarga tangguh menyokong peradaban bangsa.

Comments

Popular posts from this blog

Aku Berkata tentang Idealisme Mahasiswa

“Saat kalian bekerja nanti tetap jaga idealisme kalian”   Begitulah kira-kira kata yang sering terdengar dari dosen maupun teman-teman mahasiswa yang lain, Jaga Idealisme. Entah dipahami atau tidak, kata-kata itu seolah menjadi kata mujarab bagi mahasiswa.   Idealisme jika diartikan secara bahasa berasal dari dua kata yaitu ideal dan isme (paham). Idealisme memiliki tiga arti pada kbbi, namun untuk bahasan ini saya rasa definisi berikut lebih pas. Idealisme adalah hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna. Jadi dengan kata lain idealisme sangat erat kaitannya dengan arti ideal bagi tiap mahasiswa.

Kisah Kecil

Angin menyentuh lembut dedaunan di pagi itu. Bak seruling, dedaunan pun berdesir mengirimkan irama-irama merdu. Pagi yang indah untuk memulai hari yang lebih indah. Pagi itu tepat seperti yang direncanakan, aku melangkah menuju tempat para sahabatku telah berkumpul. Kami akan pergi ke salahsatu tempat wisata di kawasan bandung.

Sebuah Festival di Agustus Ceria

Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...