Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Puisi

Ada

Ada rasa Berdesir berbisik bergemuruh Inginkan untuk menggelegar Rasa inginkan menjalar Namun tak berdaya Terkungkung kotak baja Tak bercelah Jikalah bercelah Kotak baja pun tak berdaya Rasa bebas menjalar Mewarna sang kotak baja

Duniaku

Duniaku biru Ataukah hijau Atau pink Atau ungu Atau hitam Atau putih Atau abu Atau kuning Atau merah Atau jingga Entahlah Mungkin warna warni Saling bertemu mewarna Lalu berakhir bercahaya

Satu Kata

Kusampaikan padamu sebuah kata Yang entah jadi apa Hanya pergumulan dalam kepala Ataukah hangat dalam rasa Kutitipkan sebuah kata Entah bermakna apa Antara ada dan tiada Asal merasa Kudekap sebuah kata Yang hampakan resah Dicemburui nestapa Memalingkan duka Kutangkap sebuah kata Penuh rasa Penuh harap Penuh doa

Langkah Kecil

Langkah langkah kecil itu berlarian Tinggalkan jejak yang lalu hilang Celoteh riangnya lalu terngiang Berputar putar dalam khayalan Langkah langkah kecil yang tak pernah meragu Hanya bentakan yang membuatnya beku Tak lagi mau  Hanya tergugu Langkah langkah kecil menuntun yang tergesa Nampak tak mungkin ada Namun itulah Ia Jika kita mau merasa Langkah langkah kecil memang perlu dituntun Karena Ia nya mudah terjatuh Namun tak pernahlah Ia menyerah Meski berdarah darah

Anugerah

Anak itu anugerah. Ia-nya menjadi sumber inspirasi dan energi Ego menjadi musuh dalam selimut Inspirasi dan energi menjelma bencana Rumah tak lagi sehangat mentari pagi Komunikasi menjadi jembatan antara inspirasi. Menyambungkan dua hati yang mulanya tak bertautan. Meneruskan isyarat isyarat hati yang lugu. Memuluskan rasa yang tak tercekat

Boneka-boneka Harta

Tali temali mengepung tubuhnya Meski hampir tak nyata Menyatu dalam syaraf Hingga kaku Satu temali pada kaki Mengikat langkah dari peduli Menyeret pada egois meski bersepatukan 'ilmi Satu temali pada jemari Menjerat rasa dari memberi Menghentikan nadi hati nurani Karena terbalut kilau kemuning Satu temali pada kepala Henti kedip pada nestapa sesama Henti dengar dari isakan semesta Hanya bersuara pada perutnya Merekalah boneka boneka harta Budak para 'penguasa dunia' Tanpa peduli Yang Maha Kaya Yang dapat hancurkan dunia -ditulis kembali dari sebuah catatan kecil yang tercecer (mra, 2012)-

Mutiara Hari

Mutiara hari Begitulah namanya Didekap kerang abdi Dalam lautan onak duri Ada yang tak mampu mengindera Meski bermata pun bertelinga Karena lautannya penuh onak duri Yang setia dengan perkakas melukai Mereka terlalu takut terluka Meski luka itu tak nyata Hanya sanggup memandang Dan mengoceh tentang kilaunya

Hanya

Aku hanya kumpulan asa Menari-nari dalam jiwa berharap mengalun dalam hentakan nada karya Aku hanya kumpulan tekad memukul-mukul dasar jiwa berharap segera tersentak bergerak Aku pun hanya kumpulan doa berdengung dalam sujud panjang bunda berharap ada bahagia selipan daya Dan aku sekedar makhlukNya hanya (boleh) berdaya usaha berharap ada ridloNya dalam langkah

Kerak Kebangkitan

sebuah puisi untuk negeri by: Mahya R A Merapal ingatan waktu Tentang apa yang kupunya Tentang semua masa Antar aku dan mereka Merekalah sang penjaga makna Meluruh demi makna Mewarnai berjuta asa Menjadi rasa Mereka tak lelah Walau hanya senyum yang merekah Tanpa pernah resah Mendampingi sang arah Tak pernah pula mereka mengeluh Meski lelah temani sang girang Dalam loncatan loncatan makna Dalam kehausan jiwa dan fikir Terjagalah makna Atas nama pengabdian Meluruh dalam simfoni Menuju harmoni Lalu apalah makna terisi Dalam loncatan loncatan makna Jikalau dunia mengekang Mengunci kamar kamar kepahaman

Ramadhan dan Nurani

Malam itu 30 Ramadhan Rumah bulan masih bernyala Ramadhan tengah berkemas Syawal telah datang Tugasnya selesai sudah Malam itu Suka tak suka siap tak siap Nurani menjerit dalam bisu Menangis tersedu Ditinggal yang dirindu Malam itu Nurani ditemani pedang Pedang tajam terasah Menantang 11 bulan yang datang Tuk bertemu Ramadhan

Harmoni...

Berlari kencang sang nafas Ikuti riak irama hati Tak jenuh tertawa Akhirnya sedih Sinar terang menyelusup Sampaikan hangat Bukan panas membakar Meremukkan kertas-kertas hari Ya.. Rabb Pemilik semesta Tambatkan hati Hanya padamu Bersama kesulitan itu ada kemudahan...(Q.S. Al Insyiroh)

Semangat...

Kontras   Hujan akan datang kawan Sibakkan panas Segarkan tanah Tumbuhkan taman Mentari pun kan datang Iringi sang pelangi Hangatkan bumi Yang dicengkram dingin Intinya setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan(Q.S. Al Insyirah). Allah SWT Maha Adil, ia berikan siang setelah malam, senang setelah sedih, begitupun sebaliknya, mungkin saat kita sedang senang tiba-tiba datang kesedihan. Kadang terpikir, Allah SWT tidak sayang pada kita, namun lihatlah lebih dekat, lebih dalam, cari ke hatimu, evaluasi, apakah saat senang itu kau lupa padaNya, apakah saat senang itu kau telah melukai saudaramu, apakah justru saat senang kau sudah hancurkan dirimu sendiri. Jika begitu rubahlah namun jika ternyata kamu tidak merasa seperti itu, sebenarnya Allah SWT ingin melihat sebesar apakah imanmu padaNya, apakah imannya saat sedang senang saja atau imannya saat senang maupun sedih... Change, if u want get the best(Give the best effort too). 4 better mind and soul...

Pelangi Harapan

oke, setelah sekian lama off dari ngisi blog, aku postingkan sebuah puisi aja ya...(walaupun sebenarnya ingin posting banyak hal) lagi mepet waktunya, di rumah jarang bisa ke warnet, mahal soalnya, jadi sering ngeblog pas di kampus. ini dia puisinya, sama sedikit bahasan hikmahnya deh. PELANGI Seberkas sinar terang ada Tapi perlahan redup Seiring waktu yang berjalan Seiring langkah yang cepat Kini tinggallah gelap Hanya terus berjalan...berlari Tak tahu arah Hingga akhirnya terduduk lesu Perlahan terdengar Isakan tangis yang keluar Tak sanggup hilangkan sepi Dari hati hampa Terdiam kini... Seiring langkah terdengar Mungkin satu... Tidak...bukan... lebih dari itu Sodorkan senyum seterang lentera Ulurkan tangan tuk kembali berdiri Lalu perlahan berjalan bersama... Kembali temukan sinar tuk hangatkan hati   Magic of ukhuwah... 4 u that’s a simple thing but 4 others its a big thing that save them Lets do something 4 another people Hmmm... kira-kira apa yang terbayang d...