Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Keluarga

Langkah Kecil

Langkah langkah kecil itu berlarian Tinggalkan jejak yang lalu hilang Celoteh riangnya lalu terngiang Berputar putar dalam khayalan Langkah langkah kecil yang tak pernah meragu Hanya bentakan yang membuatnya beku Tak lagi mau  Hanya tergugu Langkah langkah kecil menuntun yang tergesa Nampak tak mungkin ada Namun itulah Ia Jika kita mau merasa Langkah langkah kecil memang perlu dituntun Karena Ia nya mudah terjatuh Namun tak pernahlah Ia menyerah Meski berdarah darah

Everything is Mine

I Untuk seorang yang berumur 22 bulan memang wajar menganggap semua yang ada di sekitarnya adalah miliknya. Membiarkannya begitu tentu sebagian dari kita akan menganggapnya salah. Membiarkan perilaku demikian berpotensi membuatnya egois. Namun, menolak perilakunya bisa berarti tangisan yang panjang. Tangisan ini bisa berarti penolakan akan eksistensinya, ia akan merasa ditolak.  Membiarkan perilakunya sampai saat ini menjadi pilihan. Namun hanya beberapa saat saja. Dibiarkan untuk diberi pengertian. Butuh percobaan beberapa kali untuk memahamkan seorang anak kecil berusia 22 bulan ini. Beberapa kali pengalih perhatian dan penyederhanaan kata. Tak jarang ketika rasa memilikinya sedang memuncak, (sedang ia ditemani sebayanya), diri ini tak sabar. Kemudian meninggikan suara atau bahkan mengambil paksa. Padahal ia hanya seorang anak kecil yang penuh tanya di benaknya, senyum di pipinya, dan kata di mulutnya. Dengan tingkah lucunya itu seharusnya cukup untuk membatasi diri tidak be...

Eksplorasi Sang Anak

Ia hanya seorang bayi berumur 22 bulan. Bicaranya belum fasih, perlu beberapa waktu untuk paham maksudnya. Namun kaki dan tangannya luar biasa lincah. Ia dengan semangat memanjat tempat tidur, kursi bahkan pagar! Membuatku tak boleh lengah, memastikan semua aman. Ada kalanya ia kesulitan lalu berteriak karena kepanikan, memanggil bundanya. Tak jarang ia pun berteriak lalu tertawa gembira, karena berhasil. Dalam benaknya mungkin hanya ada kata mencoba. Mengeksplorasi segala yang mungkin dijangkau. Dalam benaknya ia hanya ingin tahu, apakah ini, apakah itu, apa yang bisa dilakukannya. Eksplorasi sederhana yang bisa jadi berbahaya, namun bermanfaat bagi perkembangan. Eksplorasi yang kadang membuat hati was was. Mengiyakan keinginannya yang tak aman terlalu beresiko, terlebih jika tanpa pengetahuan. Pun, hanya melarang tanpa memberi penjelasan tak akan bermakna baginya. Eksplorasi anak menjadi modal untukku. Belajar lebih banyak, membuka wawasan, dan jeli membaca sekitar. Agar wataknya ...

Meniru

Siapa aku? Hanya seorang insan biasa, istri dan ibu dari anak yang harus menjadi luar biasa, setidaknya akhlaknya. Karena akhlak tempat bermula karya. Karya akan terasa amat spesial ketika akhlaknya luar biasa. Memacu anak berakhlak baik berarti menunjuk diri sendiri. Memicu lebih untuk menjaga dan memperbaiki sikap lebih baik. Karena teladan akan lebih membekas dibandingkan kata. Karena anak adalah peniru ulung. Berat namun harus mampu. Terlebih dunia sedang sakit. Perlu banyak insan yg taqwa. Meniru itu bakat alami anak, mungkin sifat bawaan untuk diterima lingkungan. Sifat yang terus ada mungkin hingga dewasa. Namun bedanya saat dewasa ia mengolah, memilih sikap yang ditiru. Bakat meniru anak sepertinya luar biasa. Seperti mencetak kue dengan cetakan. Persis. Bakat yang seharusnya cukup untuk membuatku berhati-hati bersikap. Membuatku memutar otak. Membuatku merasa perlu lebih banyak lagi teladan. Seorang teladan yang dimaksum mungkin akan cukup. Karena sikapnya insyaallah tanpa ...

Cerita tentang LDR (LDM)

Dimulai dari sebuah email, sebuah data. Hmm, tepatnya dimulai dari 'sabotase' sebuah data milikku oleh kakak perempuanku. Sabotase karena tanpa sepengetahuanku sama sekali. Ya.. Tapi jodoh itu akan menemukan jalannya kan? Tak peduli dihalangi jurang sedalam apapun. Perkenalan yang tak begitu lama ataupun intens. Hanya 'sekedar' sharing tentang prinsip, kondisi, aktivitas dan mimpi besar. Perkenalan yang tak memakan waktu hingga bertahun tahun. Namun bukankah jodoh tetap akan menemukan titik kesamaan, titik krusial yang menjadikan hati merasa nyaman. Perkenalan yang tak lama berarti pula jalinan hati yang belum menemukan bentuknya. Ketika ia menegaskan kembali akan ritme kerjanya serta perbedaan ruang dan waktu, hati pun belum paham betul konsekuensi nyatanya. Ia hanya tau, raga kami tak mampu bersua setiap hari, hanya suara dan tulisan. Setelah ijab kabul disahkan, perlahan namun pasti jalinan hati mulai terpilin. Dampaknya, hati mulai tak karuan ketika tiba saat har...

Kesan dan Kegemaran

Tak menulis bertahun-tahun di blog ini membuat saya harus berulang kali menekan tombol lupa password. Hehehe.. *DemimenuntaskantantanganODOP Oke.. Untuk menandai niatan untuk konsisten menulis, kita mulai bercerita tentang hobi saya akhir akhir ini, baking. Baking bukan hal yang baru buat saya (meski title saya dalam dunia perbakingan masih tetap pemula.. Hehe). Saya mulai mengenalnya ketika masih di sekolah dasar. Ketika euforia lebaran mulai terasa. Saat itu di ruang tengah rumah sudah penuh oleh bahan dan alat membuat kue kering, khas lebaran. Pengalaman tersebut sangat berkesan, hingga boleh dibilang membuat saya 'terobsesi' membuat aneka kue. Saya mulai senang 'bereksperimen' membuat kue. Bereksperimen mungkin terkesan berlebihan, karena faktanya saya hanya memindahkan resep di buku menjadi nyata.. Tidak mengganti bahan di resep atau bahkan mencoba membuatnya berdasarkan resep sendiri. Tapi meski telah sesuai dengan resep tak jarang kue yg dibuat gatot alias gag...