Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Random

Ada

Ada rasa Berdesir berbisik bergemuruh Inginkan untuk menggelegar Rasa inginkan menjalar Namun tak berdaya Terkungkung kotak baja Tak bercelah Jikalah bercelah Kotak baja pun tak berdaya Rasa bebas menjalar Mewarna sang kotak baja

Indonesiaku

Keramahan adalah budaya bangsa ini. Katanya. Sebuah modal menjamu para tamu dari negeri seberang yang kemudian menjajah. Mengeruk sumber daya alamnya, menguras tenaga manusianya. Memberi ilmu sebatas agar dapat diambil kepintarannya. Katanya indonesia sudah dikenal, manusianya pandai. Pandai berkarya mencari solusi. Namun kepintarannya kadang menjadi celah untuk egois? Mengkorupsi apa yang bisa dikorupsi? Lalu tetap tertawa tulus dalam balutan topeng. Membingungkan insan di sekitarnya. Indonesia pantas berdigjaya. Jika yang punya nurani yang berkata, merangkul, menggerakkan sesama. Memberi pijakan dalam karya, membangun negerinya untuk bersama. Tak lagi berpikir tentang untung baginya di dunia. Karena ia takut pada akhiratnya kelak. Banyak yang menuntut atas apa yang ia kerjakan. Apakah indonesia mencari kita? Karena masih ada nurani di diri? Masih banyak cerita bahagia yang ingin dituang menjadi karya? Ada banyak senyum yang ingin dilihat? Apakah kita cukup berani? Untuk melihat k...

Pelangi

Pelangi adalah banyak warna di langit, yang menari-nari dalam satu garis, indah. Pelangi ciptaan yang Maha Indah, menentramkan hati yang melihatnya. Aku suka. Pelangi seperti sesungging senyum yang mengajari arti kesabaran, seperti air yang menunggu mentari agar menjadi pelangi. Ada banyak arti dari sebuah pelangi, namun mengapa pelangi lah yang kini menjadi salah satu icon LGBT? Bukankah pelangi terlalu indah untuk menjadi sebuah icon yang bahkan agama pun tak memfasilitasinya? Pelangi mengajari banyak hal, berwarna warni untuk berharmoni. Lalu, merefleksikannya pada mata tiap insan. Menyampaikan rasa pada sanubari. Menenangkan hati yang bersedih. Lalu mengapa warna warni ini menjadi simbol para LGBT? Pelangi menjadi pelipur lara. Menjadi primadona para insan. Inikah daya tarik nya? Merasa diterima? Aku tak sedang memaki LGBT, karena LGBT mungkin tak timbul sendiri. Ia mungkin berasal dari ketidakpedulian kita. Atau mungkin sikap kita yang menertawakan anomali. Perlahan tanpa kita...

Guru Alami

Manusia itu tempatnya khilaf, lupa. Banyak kerjaan dikit, lupa simpan barang. Banyak fokus dikit lupa sedang masak air. Banyak kegiatan dikit, lupa sedang shaum, dsb. Memang sudah fitrahnya, manusia tempat lupa. Apa yang hendak Allah SWT sampaikan dengan memberikan fitrah ini? Bersama dengan fitrah lupa Allah SWT pun memberikan manusia fitrah untuk bersosialisasi, fitrah akal dan fitrah rasa. Manusia dapat menyadari Khilafnya ketika ia bersosialisasi. Ketika menyadari khilafnya ia pun dapat dengan segera mengolahnya dengan rasa dan akalnya untuk mencari solusi, memperbaikinya. Bersosialisasi dengan siapapun, semuda apapun usianya dapat memberikan hikmah yang luarbiasa. Itulah kebesaran Allah SWT, menciptakan segala fitrah tanpa sia sia. Kepolosan anak kecil, yang menyerap tiap-tiap 'informasi' di sekitarnya menjadikan ia guru alami. Ia dapat merefleksikan apa yang didapatnya dengan cara paling sederhana dan lucu. Mengingatkan kita untuk menjaga apa yang dilihat dan didengar...

Dan Akhirnya

Hari ini gendang #ODOPfor99days #day2 dibunyikan. Saya masih termenung. Bingung. Entah karena kelebatan gagasan yang terlalu cepat berseliweran (hingga tak sempat ditangkap), atau justru karena tak ada satu kelebat gagasan pun yg muncul. Menulis menjadi hal yang menakjubkan padahal. Membuat otak dapat menyampaikan pesan pada kelima inderanya sekaligus. Otak dapat dengan mudahnya meminta tangan bolak-balik melompati tiap-tiap huruf dalam tuts keyboard. Otak pun dengan tanpa beban dapat mengarahkan mata untuk berkedip kedip, bahkan menggerakkan bola mata  seiring dengan pencarian fakta di masa lalu atau pengandaian di masa depan. Pun otak dapat memberikan aba-aba pada mulut untuk berkomat kamit membaca ulang kata-kata yg ditulis. Belum lagi instruksi otak pada telinga sehingga banyak kata dari sekitar terngiang ngiang, minta diperhatikan, diolah lalu dituang dalam tulisan. Hmm.. Sepenting apa sebuah gagasan? Menjaga tulisan tetap pada rel. Jadi ingat tulisan teh shanty sebelum odop...