Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cinta

Satu Kata

Kusampaikan padamu sebuah kata Yang entah jadi apa Hanya pergumulan dalam kepala Ataukah hangat dalam rasa Kutitipkan sebuah kata Entah bermakna apa Antara ada dan tiada Asal merasa Kudekap sebuah kata Yang hampakan resah Dicemburui nestapa Memalingkan duka Kutangkap sebuah kata Penuh rasa Penuh harap Penuh doa

Anugerah

Anak itu anugerah. Ia-nya menjadi sumber inspirasi dan energi Ego menjadi musuh dalam selimut Inspirasi dan energi menjelma bencana Rumah tak lagi sehangat mentari pagi Komunikasi menjadi jembatan antara inspirasi. Menyambungkan dua hati yang mulanya tak bertautan. Meneruskan isyarat isyarat hati yang lugu. Memuluskan rasa yang tak tercekat

Kau adalah Inspirasi Untukku

Kau kukenal belum lama memang.. hanya beberapa tahun.. itupun diawali dengan pertemuan tak sengaja, itulah takdirNya. Kau bercerita banyak hal dan kau pun menanyakan banyak hal (dengan agak tersipu). Mungkin pikirmu terlambat untuk bertanya. Tapi sinar matamu tak pernah bisa kulupa, kau dengan segala cinta disekitarmu yang selalu ingin maju. Kau bilang kau ingin belajar padaku. Aku pikir kau tak serius, tapi langkah demi langkah yang kau ambil membuktikannya. Akhirnya aku bingung, apa yang bisa aku ajari kepada kau, seorang dengan binar peradaban.  

Cerita Tentang Ia

Suatu hari peradaban menepuk pundakku. Aku menoleh padanya. Kupandangi ia, wajahnya terlihat lesu, lelah, dan entah mengapa terlihat tirus. Aku terkejut, tak biasanya peradaban datang menghampiriku dengan wajah seperti itu. Biasanya ia datang dengan ceria serta membawa berbagai cerita. Ceritanya selalu membawaku melanglangbuana ke seluruh penjuru negeri. Setelah perjalanan itu biasanya aku tersipu, aku belum jadi apa-apa. Suasana masih hening hingga satu kalimat keluar dari mulutnya. 'aku lelah may.., saaangaat lelah'. Aku semakin terkejut, sungguh hal yang tak biasa ia berkata seperti itu. Aku pun membenarkan posisi dudukku,  sekarang aku bisa melihat jelas dirinya. Aku bisa melihat gurat kelelahan itu dengan lebih jelas. Ah.., aku semakin tak tega melihatnya. Menyadari aku mulai tertarik dengna ucapannya barusan, mulutnya mulai terbuka, lalu berucap 'bolehkah aku bercerita may'. Aku mengangguk, tak mungkin kubiarkan dirinya terdiam lebih lama, pasti ia memiliki banya...

Kerak Kebangkitan

sebuah puisi untuk negeri by: Mahya R A Merapal ingatan waktu Tentang apa yang kupunya Tentang semua masa Antar aku dan mereka Merekalah sang penjaga makna Meluruh demi makna Mewarnai berjuta asa Menjadi rasa Mereka tak lelah Walau hanya senyum yang merekah Tanpa pernah resah Mendampingi sang arah Tak pernah pula mereka mengeluh Meski lelah temani sang girang Dalam loncatan loncatan makna Dalam kehausan jiwa dan fikir Terjagalah makna Atas nama pengabdian Meluruh dalam simfoni Menuju harmoni Lalu apalah makna terisi Dalam loncatan loncatan makna Jikalau dunia mengekang Mengunci kamar kamar kepahaman

Palestinaku Tercinta....

Palestina, jika mendengar kata-kata ini aku seolah terbawa melintasi waktu…, bercampur dalam kesedihan Rasulullah SAW yang kehilangan kedua orang terkasihnya, lalu mengalir dalam perjalanan istimewa pelipur lara -hadiah Sang pemilik cinta- ke Masjidil Aqso lalu berwisata hingga langit ketujuh. Perjalanan yang tertulis abadi dalam suratAl-Isra. Aku pun kembali terbuai dalam simfoni-simfoni muslim ketika menjadikan Masjid Al Aqso -yang notabene berada diYerusalem- sebagai kiblat pertamanya. Simfoni itu tak berlangsung lama karena ingatanku berjalan ke masa-masa ketika aku mulai mengetahui Zionis Yahudi merebut paksa daerah-daerah Palestina setelah memulai ‘pengembaraannya’ di Palestina dengan ‘rasa iba’ Inggris atas holocaust (yang kebenarannya pun belum bisa dipastikan). Jantungku berdebar kencang…, semua rasa bercampur aduk ketika aku mulai tahu pembantaian atas warga Palestina demi ambisi orang-orang Yahudi.., yang menurut sejarah telah berani ‘membunuh’ para nabi yang dikirim pada ...

Hmm.. Love Attraction

Ahhhh cinta.., semua menjadi mungkin karenamu.. Gelap menjadi terang, hitam menjadi putih, panas menjadi sejuk, segala-galanya menjadi baik. Buta. Padahal aku yakin cinta hanya ingin cerahkan dunia bukan butakan dunia. Coba saja tanya pada cinta juga Sang Pencipta. Aku yakin jawabannya takkan jauh. Cinta itu tanggungjawab, May, angin di sampingku menjawab., benar, tanggung jawab kepada sang Pemilik cinta, Pemilik tali yang tak terputus. Jika cinta maka harus tanggung jawab, jangan jadi buta.., benar... jangan buta. Apalah arti cinta jika pada akhirnya tanggungjawab diputus begitu saja, hanya semu...., semu semata, hanya kesenangan sesaat dan hanya rugi yang didapat, rugi telah dikotorinya hati yang Allah ciptakan untuk mengingatNya, berkarya atas namaNya. Cinta..., indah sekali dirimu diciptakanNya hingga perlu hati yang bersih untuk mengertimu, hati yang telah ada Allah SWT disana, semua atas namaNya. Hati... apakah dirimu nyaman disana dengan rasa yang bercampur aduk, dengan cinta...