Karena kekesalannya teteh seringkali menggunakan kakinya untuk menendang sekitarnya termasuk adik atau bundanya. Awalnya seperti tak sengaja. Karena Ia seperti kaget ketika mengetahui kakinya menendang saudaranya. Namun akhir akhir ini seringkali Ia membecandai adiknya dengan kakinya juga. Kakinya ia simpan di badan, tangan, kaki atau bahlan wajah adiknya. Ia lakukan itu dengan senyum jailnya.
Melihat tingkahnya itu akhirnya sy mecoba membuat dongeng tentang si kaki yang bersedih karena tak digunakan semestinya. Saat mendengarkan Ia hanya senyum senyum jail. Namun ternyata setelah beberapa saat Ia malah melanjutkan cerita. Nampaknya Ia makin paham. Alhamdulillah
Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...
Comments
Post a Comment