Fitrah seksualitas dapat dikatakan sebagai karakter bawaan setiap insan mengenai gender dan seksualitasnya. Ianya mendorong maskulinitas pada laki-laki dan feminitas pada perempuan untuk lebih mendominasi. Namun Ianya dapat dirusak oleh pembiasaan pembiasaan sejak kecil. Pembiasaan yang salah dapat menyebabkan penyimpangan seksual. Bias gender dan free sex adalah contohnya.
Fitrah seksualitas sebuah generasi berkolasi dengan peradaban. Maka, untuk merusak peradaban sebuah bangsa fitrah ini perlu dirusak. Cara termudah merusaknya adalah lewat mata. Anak bangsa dibombardir oleh banyaknya tayangan dan informasi yang tak sesuai.
Benteng pertahanan terakhir anak bangsa tentu saja dirinya sendiri. Namun, Ianya tak bisa berdiri sendiri. Perlu dekapan dan bimbingan keluarganya agar mantap. Perlu dasar yang mengakar agar tak tergoyahkan. Ambillah dasar pertahanannya dari sumber hukum yang tak pernah usang, Al Quran dan Hadits. Dekatkan anak bangsa pada norma agama, pada teladan mulia. Maka kelak ketika Ia dihadapkan pada sesuatu yang membingungkan, Ia akan mudah temukan alasan untuk bertahan.
“Saat kalian bekerja nanti tetap jaga idealisme kalian” Begitulah kira-kira kata yang sering terdengar dari dosen maupun teman-teman mahasiswa yang lain, Jaga Idealisme. Entah dipahami atau tidak, kata-kata itu seolah menjadi kata mujarab bagi mahasiswa. Idealisme jika diartikan secara bahasa berasal dari dua kata yaitu ideal dan isme (paham). Idealisme memiliki tiga arti pada kbbi, namun untuk bahasan ini saya rasa definisi berikut lebih pas. Idealisme adalah hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna. Jadi dengan kata lain idealisme sangat erat kaitannya dengan arti ideal bagi tiap mahasiswa.
Comments
Post a Comment