Skip to main content

Bersahabat dengan Seksualitas

Mayoritas orangtua merasa membicarakan pendidikan seksual pada anak secara langsung adalah tabo. Orangtua merasa sekolahlah yangbperlu mengambil peran ini. Padahal pendidikan pertama dan utama adalah bersama orangtua di rumah. Tidak adanya peran orangtua dalam memberikan pendidikan seksualitas di rumah rentan menjadikan anak mengalami penyimpangan seksualitas. Hal ini dapat terjadi karena anak mencari tahu sendiri dan rentan mendapatkan info yang salah.
Apa yang dapat orangtua lakukan dalam memberikan pendidikan seksualitas pada anak. Beberapa hal ini dapat menjadi perhatian para orangtua
1. Membekali anak dengan kesehatan dan fungsi organ-organ reproduksi agar anak tidak mencari tahu sendiri dan mengakibatkannya melakukan tindakan seksualitas tanpa sadar konsekuensinya.
2. Lindungi anak saat berada di masa kritis (pre aqil baligh)
3. Keterbukaan dan kejujuran orangtua pada anak. Hal ini menunjukan baiknya komunikasi dengan anak. Sehingga orangtua akan menjadi orang pertama tempat bertanya anak.
Tahapan-tahapan mengedukasi seksualitas pada anak adalah sebagai berikut:
1. Rencanakan dan buat program pendidikan seksualitas bersama suami
2. Bagi tugas dan peran sesuai dengan tupoksinya
3. Untuk single parent, mintalah bantuan keluarga terdekat untuk mengisi kekosongan peran pasangan.
4. Berikan penjelasan yang jelas dan sesuau dengan usianya

Comments

Popular posts from this blog

Aku Berkata tentang Idealisme Mahasiswa

“Saat kalian bekerja nanti tetap jaga idealisme kalian”   Begitulah kira-kira kata yang sering terdengar dari dosen maupun teman-teman mahasiswa yang lain, Jaga Idealisme. Entah dipahami atau tidak, kata-kata itu seolah menjadi kata mujarab bagi mahasiswa.   Idealisme jika diartikan secara bahasa berasal dari dua kata yaitu ideal dan isme (paham). Idealisme memiliki tiga arti pada kbbi, namun untuk bahasan ini saya rasa definisi berikut lebih pas. Idealisme adalah hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna. Jadi dengan kata lain idealisme sangat erat kaitannya dengan arti ideal bagi tiap mahasiswa.

Kisah Kecil

Angin menyentuh lembut dedaunan di pagi itu. Bak seruling, dedaunan pun berdesir mengirimkan irama-irama merdu. Pagi yang indah untuk memulai hari yang lebih indah. Pagi itu tepat seperti yang direncanakan, aku melangkah menuju tempat para sahabatku telah berkumpul. Kami akan pergi ke salahsatu tempat wisata di kawasan bandung.

Sebuah Festival di Agustus Ceria

Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...