'Aurat itu perlu ditutup. Ketika Ia tidak ditutup maka kita perlu malu'. Begitu kira-kira awal cerita yang saya dongengkan untuk anak. Karakter anak yang cenderung mendengar dan tak selalu bertanya membuat saya kembali bercerita mengapa aurat perlu ditutup. Saya menceritakan arti ditutupnya aurat karena berharganya tubuh kita. Saya mencontohkan ketika Ia menyembunyikan mainannya agar tak dimainkan orang lain. Mainan itu tentu berharga. Saya pun mencontohkan ketika Ia menutupi mainannya agar tak kena debu. Semoga saja dengan contoh2 yang simpel itu bisa membuat dia selalu bergegas menutup auratnya setelah Ia selesai mandi.
Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...
Comments
Post a Comment