Sejak pagi mencoba mencari-cari ide cerita untuk disampaikan pada anak. Setelah merenung beberapa saat tercetuslah ide untuk bercerita tentang Allah SWT dan doa. Ide ini dilandasi oleh nada keluh kesah yang sering terdengar di telinga. Penyebabnya karena gatal-gatal di tangan Sulung yang kembali datang.
Ide cerita sudah ada namun karena masih sibuk dengan bayi akhirnya tertunda. Sampai akhirnya di siang hari Sulung mulai terdengar mengeluh lagi. Keluhannya diiringi dengan rengekan yang membuat kedua orangtuanya bingung dan pusing. Hehe. 'Saatnya bercerita' pikir saya. 'Teh, berdoa ya.. Biar cepet sembuh,' ujar saya. 'Tapi tetep harus usaha untuk sembuh. Mandinya 2x. Cuci tangan. Jaga kebersihan' lanjut saya. Dan anak tetap rungsing. Ini efek Sulung masih merengek, ceritanya jadi ga terangkai. Bundanya gagal merangkai cerita dengan smooth. Walhasil si anak malah tetep rungsing meski dia ngerti sih harus berusaha sebelum berdoa. Dan sepertinya Ia pun menangkap pesan bahwa Allah SWT Maha Mendengar tapi Bundanya merasa gagal membuat dongeng yang menarik. Duh.. Besok mungkin perlu dibuat tulisab dulu kali ya.
“Saat kalian bekerja nanti tetap jaga idealisme kalian” Begitulah kira-kira kata yang sering terdengar dari dosen maupun teman-teman mahasiswa yang lain, Jaga Idealisme. Entah dipahami atau tidak, kata-kata itu seolah menjadi kata mujarab bagi mahasiswa. Idealisme jika diartikan secara bahasa berasal dari dua kata yaitu ideal dan isme (paham). Idealisme memiliki tiga arti pada kbbi, namun untuk bahasan ini saya rasa definisi berikut lebih pas. Idealisme adalah hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna. Jadi dengan kata lain idealisme sangat erat kaitannya dengan arti ideal bagi tiap mahasiswa.
Comments
Post a Comment