Sore kemarin Ayah baru saja membeli roti tawar 2 bungkus. Persedian cemilan untuk beberapa hari ke depan. Selain roti Ayah pun membeli selai coklat untuk isian roti.
Teteh yang sudah 4,5 tahun rupanya enggan untuk menunggu ayah bundanya mengoles selai ke roti. Ia dengan semangat mengoles selai ke roti. Karena tak merata bunda sengaja melipat dua rotinya lalu berujar, 'asyik kupu-kupu' sambil memperlihatkan kepada teteh bentuk olesan selai yang menyerupai kupu-kupu. Rupanya hal itu membuatnya semakin bersemangat untuk mengoles dan melipat rotinya. Ia pun mendapatkan banyak bentuk dari olesan selai. Di gambar ini menurutnya olesan selainya menyerupai orang.
Ternyata kreatif itu tak perlu bahan yang mahal ya. Dari bahan sederhana pun dapat tercetus ide kreatif dan imajinatif
Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...
Comments
Post a Comment