Rasa ingin tahu dan pikirannya yang imajinati sedang melanda teteh. Melihat double tip yang menganggur membuatnya berpikir untuk menempelnya dan membuat sebuah karya. Lupa apa tepatnya apa yang Ia buat, namun pintu dan dinding dekat mesin penjernih air sudah ia tempeli. Karena kekurang hati-hatiannya Ia tak sengaja menjatuhkan filter kecil yang disimpan tak jauh dari tempat Ia bermain. Alhasil Ia membuat ada kebocoran di ujung selangnya. Pada mulanya saya mengira aksinya hanya merobek bagian selang di ujung kerannya. Namun ternyata bagian kerannya pun ada yg patah. Segera ayahnya saya panggil. Meminta bantuan untuk memperbaiki.
Ayahnya mengobservasi masalah untuk beberapa saat. Lalu mulai mengotak atiknya. Saya yang berada di sampingnya sudah tak terlalu banyak berharap. Karena patahannya tampak tak mungkin untuk disambung. Dalam benak saya hanya ada pikiran perlu mengganti keran. Berbeda dengan ayahnya yang masih mencoba mengotak atik. Setelah beberapa saat akhirnya Ia meminta karet. Dan voila masalah teratasi. Air bisa mengalir ke mesin penjernih tanpa merembes bocor. Dalam kondisi terdesak ternyata kreatifitas bisa muncul ya. Terimakasih Ayah..
“Saat kalian bekerja nanti tetap jaga idealisme kalian” Begitulah kira-kira kata yang sering terdengar dari dosen maupun teman-teman mahasiswa yang lain, Jaga Idealisme. Entah dipahami atau tidak, kata-kata itu seolah menjadi kata mujarab bagi mahasiswa. Idealisme jika diartikan secara bahasa berasal dari dua kata yaitu ideal dan isme (paham). Idealisme memiliki tiga arti pada kbbi, namun untuk bahasan ini saya rasa definisi berikut lebih pas. Idealisme adalah hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna. Jadi dengan kata lain idealisme sangat erat kaitannya dengan arti ideal bagi tiap mahasiswa.
Comments
Post a Comment