Sebuah kelambu telah 'berdiri' di depan kamar. Serta merta kedua anakku masuk kedalamnya. 'Ayo de masuk ke tenda' ujar Teteh. Mereka pun asik bermain di dalamnya.
Bergantian mereka masuk dan keluar tenda sembari dengan semangat memanggil bundanya. Memberitahu bahwa mereka berada di dalamnya. Seolah-olah kelambu itu menjadi penghalang pandangan bundanya untuk melihat mereka. Sesekali mereka bermain cilukba.
Dengan keterbatasan bahan untuk bermain ternyata memacu mereka menemukan kegiatan yg asyik. Entah keranjang menjadi mobil, atau kursi yg berjejer menjadi kereta. Keasyikan mereka dalam mengeksplor benda di sekitarnya.
Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...
Comments
Post a Comment