Merencanakan kegiatan untuk mengenalkan kembali konsep rezeki pada Si Sulung sudah beres. Malam kemarin sudah ada beberapa rencana di benak. Namun kegiatan di hari ini yang ternyata cukup padat membuat rencana ini buyar. Membeli bahan material untuk renovasi beberapa bagian rumah ibu rupanya menguras banyak waktu. Bagaimana tidak? Ada item yang langka di toko bangunan.
Pulang dari belanja bahan material sy malah dikejutkan oleh suara Si Sulung yang sumringah membawa celengan dan bola yang dibelikan neneknya saat saya pergi. Saya agak tercenung. Lah kok jajan? Saat itu saya malah lupa bahwa kejadian Ia dibelikan celengan dan bola adalah salahsatu bagian dari cerita rezeki. Ya sudahlah. Mungkin efek dari kelelahan karena mencari material.
Rencana yang buyar di hari ini nampaknya harus ditebus dengan kegiatan yang berkualitas esok. Mengingat esok sudah tak ada lagi kewajiban berkeliling mencari material.
#Day3
Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...
Comments
Post a Comment