Cerdas finansial, begitu bahasanya, ternyata perlu loh ditanamkan sejak masih kecil. Mengenalkannya tentang uang dimulai dari membahas rezeki. Apa itu rezeki. Itu yang sy dapat dari kelas bunda sayang IIP.
Terkait menjelaskan konsep rezeki pada si sulung nampaknya masih perlu pembahasan lebih mendalam. Selama ini kami hanya mengenalkan padanya bahwa uang yang Ia dapat untuk jajan didapat ketika ayahnya bekerja. Hal ini selalu kami ulang-ulang terutama ketika waktu dinas ayahnya sudah di depan mata.
Membaca materi tentang cerdas finansial di kelas membuat sy kembali merenung. Sudahkah sy cukup membahas rezeki hingga Ia paham bahwa rezeki dari Allah SWT itu luas? Beberapa kali kesempatan sy dan suami memang menyelipkan bahwa rezeki itu bisa berasal dari mana saja. Tapi sy belum yakin konsep tentang rezeki ini telah benar saya sampaikan. Mungkin saatnya saya membahasnya lagi bersama Teteh. Mengingat Ia kini makin besar dan sudah punya banyak keinginan.
#Day1
Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...
Comments
Post a Comment