Telinganya tajam. Berbekal dari memaksimalkan telinganya, Ia mampu menghapal apa yang Ia dengar. Meski kadang perlu diperbaiki, namun modal memori yang Ia punya amatlah baik.
Dengan telinganya yang jeli dan memorinya yang juga baik Ia akhirnya seringkali membuat Bundanya terperangah heran. Berbekal telinganya, lagu yang Ia dengar beberapa kali bisa Ia ingat. Begitupun ayat ayat alquran atau petikan doa. Meski kadang ternyata ada yang harus diperbaiki disana sini.
Mungkin kemampuannya di usia balita ini adalah wajar. Bukan hanya dirinya yang memilikinya. Namun tetap saja saya yakin Ia bintang dalam hapalan. Tinggal saya yang perlu memberikan cukup stimulus agar kemampuannya tak tumpul.
Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...
Comments
Post a Comment