Hari ini tiba-tiba dikejutkan dengan lantunan beberapa ayat Al Quran dari mulutnya. Saya tak pernah menyengaja memintanya menghapal. Namun beberapa kali mendengar potongan ayat yang dimurajaah oleh bundanya rupanya berbekas.
Kekuatan memorinya yang baik membuatnya tampak pula asik mengingat takaran untuk membuat susu. Meski kadang Ia kembali bertanya untuk memastikannya. Namun nampaknya Ia lebih mudah mengingat apa apa yang tersaji secara auditori bukan visual saja. Seperti saat menakar susu untuk adiknya, Ia mengingat takarannya karena Ia tak hanya melihat namun mendengar instruksi.
Menakar susu rupanya Ia samakan seperti membuat kue. Ia antusias sekali jika bundanya sedang membuat kue atau mengadon masakan. Seketika Ia bisa menghentikan aktivitas sebelumnya.
Namun terkadang aktivitas membuat kue tak Ia tuntaskan. Padahal jika itu memang kesukaannya seharusnya Ia tak mudah jenuh bukan? Sepertinya masih perlu banyak obaervasi untuk melihat minat dan bakatnya. Semoga segera terlihat di usianya yg sudah melewati 4 tahun.
“Saat kalian bekerja nanti tetap jaga idealisme kalian” Begitulah kira-kira kata yang sering terdengar dari dosen maupun teman-teman mahasiswa yang lain, Jaga Idealisme. Entah dipahami atau tidak, kata-kata itu seolah menjadi kata mujarab bagi mahasiswa. Idealisme jika diartikan secara bahasa berasal dari dua kata yaitu ideal dan isme (paham). Idealisme memiliki tiga arti pada kbbi, namun untuk bahasan ini saya rasa definisi berikut lebih pas. Idealisme adalah hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna. Jadi dengan kata lain idealisme sangat erat kaitannya dengan arti ideal bagi tiap mahasiswa.
Comments
Post a Comment