Skip to main content

Mengobservasi Minat dan Bakat

Hari ini tiba-tiba dikejutkan dengan lantunan beberapa ayat Al Quran dari mulutnya. Saya tak pernah menyengaja memintanya menghapal. Namun beberapa kali mendengar potongan ayat yang dimurajaah oleh bundanya rupanya berbekas.
Kekuatan memorinya yang baik membuatnya tampak pula asik mengingat takaran untuk membuat susu. Meski kadang Ia kembali bertanya untuk memastikannya. Namun nampaknya Ia lebih mudah mengingat apa apa yang tersaji secara auditori bukan visual saja. Seperti saat menakar susu untuk adiknya, Ia mengingat takarannya karena Ia tak hanya melihat namun mendengar instruksi.
Menakar susu rupanya Ia samakan seperti membuat kue. Ia antusias sekali jika bundanya sedang membuat kue atau mengadon masakan. Seketika Ia bisa menghentikan aktivitas sebelumnya.
Namun terkadang aktivitas membuat kue tak Ia tuntaskan. Padahal jika itu memang kesukaannya seharusnya Ia tak mudah jenuh bukan? Sepertinya masih perlu banyak obaervasi untuk melihat minat dan bakatnya. Semoga segera terlihat di usianya yg sudah melewati 4 tahun.

Comments

Popular posts from this blog

Aku Berkata tentang Idealisme Mahasiswa

“Saat kalian bekerja nanti tetap jaga idealisme kalian”   Begitulah kira-kira kata yang sering terdengar dari dosen maupun teman-teman mahasiswa yang lain, Jaga Idealisme. Entah dipahami atau tidak, kata-kata itu seolah menjadi kata mujarab bagi mahasiswa.   Idealisme jika diartikan secara bahasa berasal dari dua kata yaitu ideal dan isme (paham). Idealisme memiliki tiga arti pada kbbi, namun untuk bahasan ini saya rasa definisi berikut lebih pas. Idealisme adalah hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna. Jadi dengan kata lain idealisme sangat erat kaitannya dengan arti ideal bagi tiap mahasiswa.

Kisah Kecil

Angin menyentuh lembut dedaunan di pagi itu. Bak seruling, dedaunan pun berdesir mengirimkan irama-irama merdu. Pagi yang indah untuk memulai hari yang lebih indah. Pagi itu tepat seperti yang direncanakan, aku melangkah menuju tempat para sahabatku telah berkumpul. Kami akan pergi ke salahsatu tempat wisata di kawasan bandung.

Sebuah Festival di Agustus Ceria

Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...