Dalam rangka mengenalkannya pada banyak kegiatan, Ia pun diupayakan dapat memilih banyak kegiatan setiap harinya. Hari ini Ia memilih untuk menjadi fotografer. Berbekal kamera saku yang dipinjamkan ayahnya beberapa hari lalu Ia memulai petualangannya memotret sekitar.
Memotret rupanya menjadi hal yg nengasikkan buatnya. Di pagi hari Ia sengaja berkeliling rumah lalu menjadikan adiknya sebagai objek foto. Berulangkali Ia memberikan aba aba angka sebelum Ia memotret. Hasil potretnya? Lumayan lah. Ia sudah bisa menempatkan objeknya di dalam batas-batas frame.
Malam harinya, Ia kembali mengambil kamera. Mengajak sepupunya untuk ikut serta. Kali ini dia memberikan kesempatan pada sepupunya untuk ikut pula mencoba memotret. Good job. Ia tak hanya asyik sendiri dengan kamera yang Ia pinjam. Ia berusaha membagi keseruan memotret dengan sepupunya. Semoga kedermawanan dan kelapangan hatinya memberikan dampak baik di sepanjang hidupnya kelak. Aamiin
Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...
Comments
Post a Comment