Membaca buku adalah kesenangannya. Setial hari Ia bisa minta dibacakan buku hingga 5 buku. Ia tak peduli jika buku itu telah dibacakan sebelumnya.
Melahap cerita-cerita sederhana adalah kebiasaan hariannya. Cerita tentang hewan atau manusia Ia suka. Ia bisa sangat antusias mendengarkan jika sudah bercerita tentang buku. Kadang ketika buku dibacakan Ia sambil beraktivitas lain. Membuat bundanya menghentikan sejanak. Namun ternyata dalam beraktivitas pun Ia masih mendengarkan. Sehingga seringkali Ia protes.
Buku menjadi salah satu acuannya dalam bersikap. Seringkali ketika diingatkan oleh Ayah Bundanya Ia timpali dengan menyebut tokoh cerita yang pernah Ia baca. Maka memastikan mendapatkan bacaan terbaik adalah tugas Ayah dan Bundanya kini.
Semoga kegemarannya membaca di usianya kini membuat Ia menyukai buku pula kelak. Dan semoga Ia pun tak lupa membaca buku pedoman hidupnya, Quran.
Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...
Comments
Post a Comment