Egonya tentu masihlah besar. Layaknya anak balita kebanyakan. Seringkali tak mau berbagi. Serasa semua miliknya sendiri. Pun ketika adik pertamanya lahir.
Awalnya Ia excited memyambut kelahiran adiknya. Bolak balik melihat adiknya yang sudah ada di dekat bundanya seraya berkata, "dede mau lihat Teteh, Bunda? Makanya udah lahir ya?" Kata yang seringkali Ia ulang di kelahiran adiknya. Namun makin lama Ia seringkali memeluk bundanya tak mau mengalah dari adiknya. Tak membolehkan bundanya menemani adiknya.
Dalam tiap tingkah egonya tetap saja ada kelembutan hatinya, kebijakan pikirnya. Setiap kali Ia mulai bertingkah merasa memiliki, Ia masih tetap membuka telinganya. Apa yang dikatakan orangtuanya masih bisa Ia terima lalu kerjakan. Meski kadang butuh waktu lebih dari semenit-dua menit. Tapi itulah Ia dengan keluasan hati dan kebijakan pikirnya. Di tubuh anak kecilnya Ia punya empati. Meski masih perlu dilatih.
Ia teramat senang bermain bersama adiknya. Ia selalu berusaha mengemong, terutama ketika Ia tak terganggu kantuk. Ia senang menggendong adiknya. Mengajak adiknya dalam aktivitasnya. Walau kadang Ia pun sesekali hanya mau mainan yang ada dimainkannya sendiri.
Dulu saat Ia baru punya adik, dan adiknya menangis, seringkali Ia terbangun hanya sekedar berkata 'dede nangis ya bunda? Kenapa?' Lalu ia tertidur kembali karena kantuknya tak bisa berkompromi. Benih-benih empatinya sudah Ia dapat.
Anakku bintang, dalam rasa yang Ia punya untuk sekitarnya.
Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...
Comments
Post a Comment