Skip to main content

Bermain Peran

Jika Ia sedang bersama dengan sepupunya atau adiknya maka Ia akan sangat senang bermain peran. Dengan atau tanpa menggendong boneka kesayangannya. Ia kadang memerankan bunda, atau kakak atau bahkan adik. Ia menjadi sangat imajinatif dan cerewet. Sesekali Ia pun berperan menjadi seorang penjual atau pembeli.
Saat berperan menjadi seorang bunda Ia akan menawari 'bayi'nya menyusu. Kadang Ia memerankan seolah sedang ganti popok. Dengan wajah antusias Ia berkata pada saya, 'Ibu sebentar dedenya ngompol'. Ia memerankan semua hal layaknya ibu pada seorang bayi.
Saat berperan menjadi seorang penjual maka Ia akan menawarkan barang jualannya. Jika Ia berperan sebagai penjual makanan di resto maka Ia akan menawari saya berbagai menu makanan yang Ia pernah dengar. Jika Ia berperan sebagai penjual sepatu maka Ia akan membawa sepatu miliknya atau adiknya untuk dijual. Saat berperan sebagai pedagang kadang saya memergokinya sedang menghitung. Hitungannya masih berantakan di belasan. Namun Ia amat antusias.
Begitulah main perannya. Permainan perannya menulari adiknya yang sama-sama perempuan. Mungkin antusiasnya membuat adiknya bergembira pula dengan main peran.

Comments

Popular posts from this blog

Aku Berkata tentang Idealisme Mahasiswa

“Saat kalian bekerja nanti tetap jaga idealisme kalian”   Begitulah kira-kira kata yang sering terdengar dari dosen maupun teman-teman mahasiswa yang lain, Jaga Idealisme. Entah dipahami atau tidak, kata-kata itu seolah menjadi kata mujarab bagi mahasiswa.   Idealisme jika diartikan secara bahasa berasal dari dua kata yaitu ideal dan isme (paham). Idealisme memiliki tiga arti pada kbbi, namun untuk bahasan ini saya rasa definisi berikut lebih pas. Idealisme adalah hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna. Jadi dengan kata lain idealisme sangat erat kaitannya dengan arti ideal bagi tiap mahasiswa.

Kisah Kecil

Angin menyentuh lembut dedaunan di pagi itu. Bak seruling, dedaunan pun berdesir mengirimkan irama-irama merdu. Pagi yang indah untuk memulai hari yang lebih indah. Pagi itu tepat seperti yang direncanakan, aku melangkah menuju tempat para sahabatku telah berkumpul. Kami akan pergi ke salahsatu tempat wisata di kawasan bandung.

Sebuah Festival di Agustus Ceria

Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...