Aktivitas pagi hari yang hampir tak terlewat akhir-akhir ini adalah membuatkan Teteh dan Adik susu kesukaannya. Membuat susu nampaknya menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk teteh. Ketika kotak dan kaleng susus diturunkan Teteh langsung bersorak 'Bunda, biar Teteh yang buat susu untuk Adik. Bunda boleh buat susu untuk Teteh.' Entah apa yang membuatnya berpikir membuat susu untuk adiknya lebih menyenangkan dibandingkan membuat susu untuk dirinya sendiri. Padahal biasanya Ia membuat sendiri susunya.
Meski sudah terbiasa membuat susu, Teteh tak pernah absen menanyakan takaran air dan susunya. Memastikan semua sesuai dengan seharusnya. Sambil menakar susu tak lupa Ia lafalkan jumlah takar yang Ia masukkan. Lalu mengaduknya dan memberikan susu tersebut pada Adiknya. Adiknya sumringah. Ia pun senang. Mungkin inilah yang Ia cari ketika Ia membuatkan susu untuk adiknya. Senyum sang adik.
#day2
Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...
Comments
Post a Comment