Berbagi menjadi hal yanh terus menerus dibiasakan. Meski sesekali penuh tantangan. Entah kakaknya entah adiknya.
Berbagi erat kaitannya dengan konsep adil. Entah sejak kapan pemahaman tentang adil pada akhirnya adalah tak selalu sama. Porsi kakak tak selalu sama dengan adik. Porsi ayah tak selalu sama dengan bunda. Karena kebutuhan tiap individu berbeda. Dan adil adalah menempatkan kebutuhan dan ketersediaan secara proporsional.
Akhirnya, ketika Teteh bersikukuh dengan memilih jumlah yang banyak ketika berbagi makanan tak lantas ditolak. Karena kebutuhan akan energinya mungkin lebih banyak dari adiknya. Seperti ketika saya membagi makanan kesukaannya. Atau ketika saya meminta Ia berbagi dengan adiknya. Ia dengan mantap akan berkata 'Bunda, mau yang banyak.' Ketika Ia menyangka jumlah yang berada di adiknya lebih banyak maka Ia akan meminta bagian yang lebih banyak. Seringkali akhirnya saya memintanya untuk membandingkan langsung mana yang lebih banyak miliknya atau milik adiknya. Jika terbukti miliknya yang lebih banyak Ia akan tersipu.
#day7
“Saat kalian bekerja nanti tetap jaga idealisme kalian” Begitulah kira-kira kata yang sering terdengar dari dosen maupun teman-teman mahasiswa yang lain, Jaga Idealisme. Entah dipahami atau tidak, kata-kata itu seolah menjadi kata mujarab bagi mahasiswa. Idealisme jika diartikan secara bahasa berasal dari dua kata yaitu ideal dan isme (paham). Idealisme memiliki tiga arti pada kbbi, namun untuk bahasan ini saya rasa definisi berikut lebih pas. Idealisme adalah hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna. Jadi dengan kata lain idealisme sangat erat kaitannya dengan arti ideal bagi tiap mahasiswa.
Comments
Post a Comment