Skip to main content

Read Aloud

Bismillahirrahmaanirrahiim
Aktivitas membaca sudah saya biasakan sejak Teteh masih belum bisa tengkurap pun. Membacakan gambar yang terlihat, mulai dari warna, bentuk atau jumlah. Aktivitas ini sempat agak tersendat ketika akhirnya kami memutuskan untuk mencari rumah kami sendiri.
Bagaimana Teteh bereaksi terhadap buku? Lekas (seolah-olah) membacanya atau memberikan pada sekitarnya (untuk dibacakan)? Jawabannya adalah yang kedua. Dia lekas meminta bantuan untuk membacakan buku. Sambil mendengarkan buku dibacakan kadang Ia melakukan aktivitas yang lain. Ini yang membuat pembaca cerita kadang protes dan meminta Teteh untuk fokus. Meski kadang Ia terlihat tak fokus, nyatanya Ia bisa memotong cerita Bundanya (buku yang sama pada lain waktu) dan bercerita sesuai alur cerita si buku. Pertanda bahwa Ia memiliki gaya belajar audio.
Selain seringkali terlihat tak fokus dengan buku yang Ia minta bacakan, Ia pun sering meminta dibacakan cerita yang sama berulang kali. Terkait alasan atau motifnya saya pun tak begitu paham. Mungkin perlu dipelajari lebih dalam mengenai ini.
#hariketujuh#tantangan10hari

Comments

Popular posts from this blog

Aku Berkata tentang Idealisme Mahasiswa

“Saat kalian bekerja nanti tetap jaga idealisme kalian”   Begitulah kira-kira kata yang sering terdengar dari dosen maupun teman-teman mahasiswa yang lain, Jaga Idealisme. Entah dipahami atau tidak, kata-kata itu seolah menjadi kata mujarab bagi mahasiswa.   Idealisme jika diartikan secara bahasa berasal dari dua kata yaitu ideal dan isme (paham). Idealisme memiliki tiga arti pada kbbi, namun untuk bahasan ini saya rasa definisi berikut lebih pas. Idealisme adalah hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna. Jadi dengan kata lain idealisme sangat erat kaitannya dengan arti ideal bagi tiap mahasiswa.

Kisah Kecil

Angin menyentuh lembut dedaunan di pagi itu. Bak seruling, dedaunan pun berdesir mengirimkan irama-irama merdu. Pagi yang indah untuk memulai hari yang lebih indah. Pagi itu tepat seperti yang direncanakan, aku melangkah menuju tempat para sahabatku telah berkumpul. Kami akan pergi ke salahsatu tempat wisata di kawasan bandung.

Sebuah Festival di Agustus Ceria

Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...