Skip to main content

Anakku dan Flashcard

Bismillahirrahmaanirrahiim

Flashcard dengan segala macam warna dan gambar biasanya akan sangat mudah menarik perhatian anak kecil. Namun rasanya yang terjadi pada anakku tak begitu kentara perhatiannya. Ia hanya memandanginya beberapa saat lalu kembalu ke aktivitas mainnya. Entah bersepeda berlarian maupun yang lainnya. Entah masalah pada fokus yang rentangnya masih sangat pendek entah ia memang kurang cocok dengan metode belajar menggunakan flashcard. Metode yang menitikberatkan pada gaya belajar visual. Flashcard yang dipunya akhirnya masih teronggok di rak penyimpanannya.
Entah tak begitu suka visualisasi entah dia punya ingatan fotografis(?). Jelasnya seringkali Ia hanya melirik gambar sekali lalu mendengarkan Bundanya berkata sambil Ia meneruskan aktivitas mainnya. Atau menyerocos bercerita segala yang ada dalam pikirnya. Apapun Ia ceritakan, bahkan cerita yang sudah Ia alami beberapa hari, pekan atau bulan sebelumnya.
Mengenalkannya huruf dan angka menjadi tantangan baru bagi Bundanya. Karena huruf dan angka memiliki bentuk yang perlu Ia ingat sedangkan menurut Bundanya Ia seringkali tak fokus melihat visualisasi yang diberikan. Menjadi pertanyaan baru untuk Bundanya, bagaimana membuat Ia tertarik melihat simbol huruf dan angka tanpa membebaninya.
#hariketiga#tantangan10hari

Comments

Popular posts from this blog

Aku Berkata tentang Idealisme Mahasiswa

“Saat kalian bekerja nanti tetap jaga idealisme kalian”   Begitulah kira-kira kata yang sering terdengar dari dosen maupun teman-teman mahasiswa yang lain, Jaga Idealisme. Entah dipahami atau tidak, kata-kata itu seolah menjadi kata mujarab bagi mahasiswa.   Idealisme jika diartikan secara bahasa berasal dari dua kata yaitu ideal dan isme (paham). Idealisme memiliki tiga arti pada kbbi, namun untuk bahasan ini saya rasa definisi berikut lebih pas. Idealisme adalah hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna. Jadi dengan kata lain idealisme sangat erat kaitannya dengan arti ideal bagi tiap mahasiswa.

Kisah Kecil

Angin menyentuh lembut dedaunan di pagi itu. Bak seruling, dedaunan pun berdesir mengirimkan irama-irama merdu. Pagi yang indah untuk memulai hari yang lebih indah. Pagi itu tepat seperti yang direncanakan, aku melangkah menuju tempat para sahabatku telah berkumpul. Kami akan pergi ke salahsatu tempat wisata di kawasan bandung.

Sebuah Festival di Agustus Ceria

Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...