Setelah hari sebelumnya Ia keukeuh ingin cuci piring. Hari ini dia masih dengan kekeukeuhannya. Sebelum bundanya mulai melarang, Ia sudah berdiri di dekat sink dan menarik laci tangganya sendiri. Tanpa lama berpikir Ia menaiki tangganya dan mulai memilah mana yang Ia bisa cuci sendiri. Sebelum agenda mencuci berakhir dengan baju yang basah saya pun membatasai sink dan dirinya dengan lap. Fungsinya agar air yang terbawa dari keran melalui tangannya terserap lap yang saya simpan di 'keramik perbatasan' antara Ia dan sink.
Agenda cuci piringnya tak lama, karena memang saat itu tersisa sedikit cucian piring. Sebagian di antaranya memang termasuk yang bisa Ia taklukkan. Setelah puas mencuci piring Ia kembali bermain seperti sedia kala. Sebelum Ia bermain saya sempatkan bertanya keadaan bajunya. Basahkah? Alhamdulillah hanya terciprat sedikit. Menyimpan lap di perbatasan nampaknya cukup efektif.
Alhamdulillah.. Menyediakan tangga untuknya membuat Ia makin semangat mencuci piring.
“Saat kalian bekerja nanti tetap jaga idealisme kalian” Begitulah kira-kira kata yang sering terdengar dari dosen maupun teman-teman mahasiswa yang lain, Jaga Idealisme. Entah dipahami atau tidak, kata-kata itu seolah menjadi kata mujarab bagi mahasiswa. Idealisme jika diartikan secara bahasa berasal dari dua kata yaitu ideal dan isme (paham). Idealisme memiliki tiga arti pada kbbi, namun untuk bahasan ini saya rasa definisi berikut lebih pas. Idealisme adalah hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna. Jadi dengan kata lain idealisme sangat erat kaitannya dengan arti ideal bagi tiap mahasiswa.
Comments
Post a Comment