Ketika Ia menolak membereskan mainannya karena kelelahan seringkali pada akhirnya saya tawari bantuan. Namun bantuan ini tetap bersyarat. Syaratnya adalah Ia tetap berperan aktif membereskan mainan. Alhamdulillah sampai saat ini cara ini cukup efektif mengatasi penolakannya dalam membereskan mainan. Meski ketika kelelahannya masih memuncak (seperti ketika Ia baru bangun tidur setelah lelah bermain) mungkin keproaktifannya tak sebaik ketika Ia full of power.
Memintanya untuk segera membereskannya sesaat setelah memainkannya memang belum menjadi fokus kami. Mungkin anggapan bundanya bahwa Ia belum tentu sudah puas bermain (meski Ia sudah tinggalkan mainannya saat itu) perlu dirubah.
Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...
Comments
Post a Comment