Skip to main content

Memakai Pakaian Sendiri

Anak pertama kami 3 bulan lagi menginjak umur 4 tahun. Namun krmandiriannya menggunakan pakaian sendiri masih belum konsisten Ia tampilkan. Pada satu kesempatan tanpa diminta Ia segera menggunakan bajunya sendiri. Tapi di lain waktu Ia akan merengek meminta dipakaikan baju.

Sejak sebelum adiknya lahir, saya selalu mengafirmasi dirinya bahwa Ia perlu untuk memakai baju sendiri agar Ia kelak bisa membantu adiknya memakai pakaian. Pada awalnya ini efektif, namun ketika adiknya lahir Ia kembali mundur. Seringkali, Ia sengaja merengek untuk dipakaikan bajunya. Saya rasa ini bentuk capernya ketika adiknya sudah lahir. Hal ini kemudian jadi pertanyaan pada diri saya, 'apakah Ia merasa kurang diperhatikan ketika adiknya sudah lahir?' Tambahan peer bagi saya jika iya. Nampaknya saya harus penuhi dulu rasa dicintai pada diri Sulung. Mungkin ini poinnya.

Comments

Popular posts from this blog

Sebuah Festival di Agustus Ceria

Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...

Aku Berkata tentang Idealisme Mahasiswa

“Saat kalian bekerja nanti tetap jaga idealisme kalian”   Begitulah kira-kira kata yang sering terdengar dari dosen maupun teman-teman mahasiswa yang lain, Jaga Idealisme. Entah dipahami atau tidak, kata-kata itu seolah menjadi kata mujarab bagi mahasiswa.   Idealisme jika diartikan secara bahasa berasal dari dua kata yaitu ideal dan isme (paham). Idealisme memiliki tiga arti pada kbbi, namun untuk bahasan ini saya rasa definisi berikut lebih pas. Idealisme adalah hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna. Jadi dengan kata lain idealisme sangat erat kaitannya dengan arti ideal bagi tiap mahasiswa.

Belajar dari Masalah

Seringkali kekecewaan menghampiri kita ketika sang harap tak kunjung menjadi nyata. Padahal jika kita memberi sedikit waktu untuk hati dan pikiran kita bekerjasama mencari solusi, maka kecewa itu kan berubah menjadi harap lain untuk dipenuhi. Sebagai analogi saya akan mengambil contoh robot. Sebelumnya kita samakan persepsi ya, apa itu Robot? Robot (menurut saya) adalah suatu rangkaian elektronik yang dirancang oleh manusia menjadi suatu fungsi yang dapat membantu pekerjaan manusia, ini bisa juga diartikan mengabdi. Dengan pengertian seperti ini maka kulkas, radio, komputer dan tv termasuk robot. Sekarang apa itu Manusia? Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT untuk beribadah padaNya. Nah dari sisi ini kita bisa melihat adanya kesamaan dalam hubungan manfaat antara manusia dan robot serta manusia dan Allah SWT.