Bercerita tentang apa yang ada dibalik cerita tantangan kemandirian pernah muncul di beberapa post tentang tantangan itu sendiri. Menjelang tantangan kemandirian, subjek awal kemandirian yaitu anak pertama kami qadarullah masuk rumah sakit. Setelah 2 malam di rumah sakit akhirnya Ia boleh pulang. Pada awalnya saya tak ingin menjadikannya alasan untuk tidak memulai tantangan. Namun, fokus saya terpecah, terlebih beberapa hari kemudian ayahnya harus dinas ke luar kota. Walhasil tak ada teman berbagi peran untuk mengawasi Sulung selama masa pemulihannya.
Seminggu setelah keluar rumah sakit akhirnya Sulung mulai tak betah jika tak aktif beraktivitas seperti sediakala. Meski masih dibatasi pergerakannya untuk hal-hal ringan dalam kerangka membantu bundanya saya pada akhirnya membiarkannya. Lama kelamaan banyak aktivitas yang dulu masih sebatas pengenalan kemandirian mulai ia kerjakan. Meski masih belum konsisten.
Batas minimum 10 hari tantangan akhirnya terlewati. Banyak yang perlu dievaluasi karena Bundanya masih menerka-nerka metode yang tepat memandirikan Si Sulung. Dalam pengamatan bundanya sejak Ia punya adik Ia seringkali caper dengan cara ingin dibantu segala yang dikerjakannya..
Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...
Comments
Post a Comment