Skip to main content

Hati

Hati itu tempat awal laku. Tempat dimana sering terjadi pergolakan, si pro dan kontra. Hati itu bagian dari diri. Seperti tubuh, hati pun perlu asupan gizi. Tak seperti tubuh yang mendapat gizi dari makanan, asupan gizi untuk hati itu abstrak, tak terlihat mata. Dosis gizinya mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Ya, asupan gizi hati itu erat kaitannya dengan ibadah. Ketika ibadahnya baik, maka hati pun akan ada dalam kondisi terbaiknya..
Namun, mengoptimalkan kondisi hati tak semudah membalikkan telapak tangan. Akan ada banyak tantangan untuk mewujudkannya. Besarnya tantangan sebanding dengan manfaat yg didapat.
Selain menjaga hati di kondisi terbaiknya,  ibadah-ibadah baik yang wajib maupun sunnah pun dapat menjadi perantara doa kita dikabulkan, selain menjaga kesehatan tubuh. Sebagai bukti akan manfaat kesehatan ini adalah Rasulullah SAW tak pernah sakit kecuali ketika akan meninggal.
#ODOPfor99days #day4

Comments

Popular posts from this blog

Aku Berkata tentang Idealisme Mahasiswa

“Saat kalian bekerja nanti tetap jaga idealisme kalian”   Begitulah kira-kira kata yang sering terdengar dari dosen maupun teman-teman mahasiswa yang lain, Jaga Idealisme. Entah dipahami atau tidak, kata-kata itu seolah menjadi kata mujarab bagi mahasiswa.   Idealisme jika diartikan secara bahasa berasal dari dua kata yaitu ideal dan isme (paham). Idealisme memiliki tiga arti pada kbbi, namun untuk bahasan ini saya rasa definisi berikut lebih pas. Idealisme adalah hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna. Jadi dengan kata lain idealisme sangat erat kaitannya dengan arti ideal bagi tiap mahasiswa.

Kisah Kecil

Angin menyentuh lembut dedaunan di pagi itu. Bak seruling, dedaunan pun berdesir mengirimkan irama-irama merdu. Pagi yang indah untuk memulai hari yang lebih indah. Pagi itu tepat seperti yang direncanakan, aku melangkah menuju tempat para sahabatku telah berkumpul. Kami akan pergi ke salahsatu tempat wisata di kawasan bandung.

Sebuah Festival di Agustus Ceria

Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...