Skip to main content

untuk ia yang aku kagumi dengan sangat..

untuk ia yang aku kagumi dengan sangat..
by Haniefah Noor Esa

Untuk ia yang aku kagumi dengan sangat:

Katamu aku adalah permata, Yang harganya mahal tak terhingga. Katamu aku adalah berlian, Yang langka dan tak terbilang. Katamu aku adalah emas, Yang murni bahkan lebih dari 24 karat.

Dan katamu aku adalah mawar berduri d tepi jurang. Ia indah namun tak bisa menyentuhnya dengan sembarang.

Kau tanya padaku mengapa aku harus tangguh? Karena memang tak perlu mengeluh. Meski fitrahku adalah lemah, Aku harus tetap miliki arah.

Kau tanya padaku mengapa aku harus tegar? Karena memang tak perlu menjadi gundah. Meski fitrahku adalah indah, aku harus tetap bertahan.

Malam ini aku kembali tak mampu memejamkan mata.. Menyadari begitu banyak yang terjadi sepanjang hari.. Ingin rasanya aku menghubungimu lagi.. Tapi kembali kuingat pesanmu: bagaimanapun hidup akan kau jalani sendiri, maka berjuanglah dengan segala kekuatan yang kau miliki!

Untuk ia yang aku kagumi dengan sangat. Terimakasih telah menjadi bagian dari hidupku. (Lagi-lagi aku terbangun, lalu menyadari bahwa itu hanya mimpi.)

Didedikasikan untuk seorang muslimah sejati. 111010

"karena aku adalah seorang wanita"

dikutip dari notes haniefah.

Comments

Popular posts from this blog

Aku Berkata tentang Idealisme Mahasiswa

“Saat kalian bekerja nanti tetap jaga idealisme kalian”   Begitulah kira-kira kata yang sering terdengar dari dosen maupun teman-teman mahasiswa yang lain, Jaga Idealisme. Entah dipahami atau tidak, kata-kata itu seolah menjadi kata mujarab bagi mahasiswa.   Idealisme jika diartikan secara bahasa berasal dari dua kata yaitu ideal dan isme (paham). Idealisme memiliki tiga arti pada kbbi, namun untuk bahasan ini saya rasa definisi berikut lebih pas. Idealisme adalah hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yg dianggap sempurna. Jadi dengan kata lain idealisme sangat erat kaitannya dengan arti ideal bagi tiap mahasiswa.

Kisah Kecil

Angin menyentuh lembut dedaunan di pagi itu. Bak seruling, dedaunan pun berdesir mengirimkan irama-irama merdu. Pagi yang indah untuk memulai hari yang lebih indah. Pagi itu tepat seperti yang direncanakan, aku melangkah menuju tempat para sahabatku telah berkumpul. Kami akan pergi ke salahsatu tempat wisata di kawasan bandung.

Sebuah Festival di Agustus Ceria

Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...