Hari itu aku tak sengaja memperhatikan sekeliling jalan pulangku. Dengan capek yang masih menghatuiku aku berjalan melalui gang yang sudah kuhapal betul seluk-beluknya. Gang itu memiliki beberapa belokan siku-siku yang memiliki selokan yang cukup besar di sisi dalamnya, nah di selokan itu, tepatnya di dindingnya, tak sengaja aku melihat beberapa tangkai bunga berwarna putih, aku tidak tahu jenis bunga apa itu, yang jelas bunga itu memiliki ukuran yang kecil dan mahkota yang lancip, cantik sekali.
Aku terus berjalan sampai tiba-tiba otakku berkata kok mau-maunya bunga secantik itu tumbuh disana, di dinding selokan, emang ga risih dengan air selokan yang seringkali kotor (terutama saat musim hujan). Seharusnya kan bunga secantik itu tumbuh di tanah seperti kebanyakan bunga lainnya di taman-taman yang indah untuk semakin memperindah taman itu. Aneh.
Lintasan pikiran itu lama menggangguku hingga akhirnya muncul lintasan pikiran lainnya yang cukup membuatku untuk bertasbih padaNya. Apakah itu? Aku berpikir bunga ini sungguh luar biasa dengan tidak terlalu mendukungnya lingkungan hidupnya (batuan serta selokan) ia tetap bertahan dan memberi warna lain pada selokan, keindahan, bukan hanya sisi keridakjernihannya saja.
Lalu apa hubungannya dengan kita, kadang kala kita mengeluh kepada Rabb kita tentang semua yang terjadi, seringkali kita menyalahkan lingkungan yang tidak kondusif ketika kita gagal, padahal manusia itu lebih sempurna penciptaannya dari bunga. Bunga mampu merubah lingkungannya menjadi lebih enak dipandang, maka seharusnya kita, sebagai makhluk yang sempurna juga bisa merubah lingkungan agar mendukung aktivitas kita bukan mengeluh dengan kondisi lingkungan kita yang tidak mendukung. Karena sebenarnya kita bisa yang menentukan lingkungan kita akan seperti apa, sesuai dengan pepatah when there's a will there's a way. Wallahu'alam bi shawab
Satu hari di bulan Agustus kemarin menjadi pengalaman perdana keluar rumah sejak dini hari dan kembali saat orang rumah sudah terlelap. Semua ini akibat dari sebuah acara spesial di Jakarta. Mengapa spesial? Karena di hari itu aku mendapatkan materi multi bidang namun satu tujuan, yaitu ‘Sukses Mulia’. Ada yang tak kenal dua kata ini? Hmm.., baiklah akan aku jelaskan (seperti yang pernah dijelaskan oleh saudariku), dua kata itu adakah jargon yang diperkenalkan oleh Bapak Jamil Azzaini. Maksud dari kata ini adalah sukses itu bukan hanya berdampak pada diri dan keluarganya tapi juga pada orang lain yang ada di sekitarnya. Demi memfasilitasi jargon ini, rangkaian materi di festival benar-benar komplit dan menyeluruh. Dimulai dari materi pernikahan dan parenting pada dua sesi pertama dan dilanjutkan dengan kesehatan dan perencanaan keuangan di dua sesi selanjutnya. Empat sesi awal ini dirancang untuk dijadikan dasar dari kesuksesan. Baru kemudian di sesi selanjutnya dibahas ttg jalan ke...
Comments
Post a Comment